Pemerintah telah menetapkan 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan penetapan tersebut, Hari Raya Idul Adha 1447 H atau 10 Zulhijah diperingati pada Rabu, 27 Mei 2026.
Perayaan Idul Adha identik dengan ibadah penyembelihan hewan kurban yang dilakukan umat Islam di berbagai daerah. Selain dikenal sebagai hari raya kurban, Idul Adha juga sering disebut sebagai Lebaran Haji karena berlangsung bersamaan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
Berikut teks Khutbah Jumat 29 Mei 2026 bulan Zulhijah dengan tema makna kurban Idul Adha.
Khutbah I
Segala puji hanya milik Allah SWT yang telah memberikan limpahan nikmat, mulai dari nikmat iman, Islam, kesehatan, hingga kesempatan untuk kembali beribadah kepada-Nya. Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.
Marilah kita terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh kewajiban dan menjauhi perbuatan yang dilarang. Ketakwaan menjadi bekal terbaik yang akan dibawa manusia ketika menghadap Allah kelak.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah SWT,
Hari ini, Jumat 29 Mei 2026, bertepatan dengan tanggal 12 Zulhijah 1447 Hijriah. Artinya, umat Islam masih memiliki kesempatan selama dua hari untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban.
Perintah berkurban dijelaskan dalam Al-Qur’an, salah satunya melalui Surah Al-Hajj ayat 34 yang menerangkan bahwa setiap umat disyariatkan melakukan penyembelihan kurban agar senantiasa menyebut nama Allah atas rezeki hewan ternak yang telah diberikan-Nya.
Selain itu, perintah kurban juga disebutkan dalam Surah Al-Kautsar ayat 1-2 yang berisi anjuran untuk mendirikan salat dan berkurban sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Berdasarkan ayat tersebut, umat Islam sangat dianjurkan melaksanakan kurban setelah salat Idul Adha sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah SWT.
Dalam sejarah Islam, ibadah kurban sudah dikenal sejak masa Nabi Adam AS. Saat itu, Allah SWT memerintahkan dua putranya, Habil dan Kabil, untuk memberikan kurban.
Habil mempersembahkan hewan ternak terbaik miliknya dengan penuh keikhlasan. Sementara Kabil memberikan hasil pertanian yang buruk dan tidak layak. Karena keikhlasan Habil, kurbannya diterima Allah SWT, sedangkan kurban Kabil ditolak.
Namun, kisah kurban yang paling dikenal umat Islam adalah peristiwa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim mendapatkan perintah melalui mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Dengan penuh keimanan dan kepatuhan, Nabi Ibrahim menyampaikan perintah tersebut kepada Nabi Ismail. Ismail pun menerima perintah Allah dengan ikhlas dan sabar.
Saat Nabi Ibrahim hendak melaksanakan perintah tersebut di Mina pada 10 Zulhijah, Allah SWT menunjukkan kasih sayang-Nya dengan mengganti Nabi Ismail menggunakan seekor domba sebagai hewan kurban.
Dari kisah tersebut, umat Islam dapat mengambil pelajaran bahwa cinta kepada Allah harus berada di atas segala-galanya, termasuk harta benda, ego, maupun kecintaan kepada keluarga.
Ibadah kurban juga memiliki nilai sosial yang sangat besar. Daging kurban dibagikan kepada masyarakat, khususnya kaum dhuafa dan fakir miskin yang mungkin jarang menikmati makanan bergizi seperti daging.
Melalui ibadah kurban, umat Islam diajarkan untuk menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat persaudaraan, serta mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat.
Secara simbolis, penyembelihan hewan kurban juga menjadi bentuk pengendalian diri terhadap sifat buruk manusia, seperti keserakahan, sifat egois, tamak, dan cinta berlebihan terhadap dunia.
Mengorbankan sebagian harta untuk membeli hewan kurban melatih umat Islam agar tidak diperbudak materi dan lebih mengutamakan kepentingan bersama.
Dalam hadis riwayat Tirmidzi dijelaskan bahwa tidak ada amalan pada Hari Raya Kurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban. Bahkan pahala kurban telah diterima Allah sebelum darah hewan kurban jatuh ke tanah.
Karena itu, umat Islam dianjurkan melaksanakan ibadah kurban dengan hati yang ikhlas dan penuh kebahagiaan.
Semoga momentum Idul Adha ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT dan memperbaiki kepedulian terhadap sesama manusia.
Khutbah II
Segala puji bagi Allah SWT. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Jamaah Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa kaum Muslimin dan Muslimat, melindungi negeri ini dari berbagai musibah, wabah, bencana, serta segala bentuk kerusakan yang tampak maupun tersembunyi.
Semoga Allah SWT juga memberikan kedamaian, keselamatan, dan keberkahan bagi seluruh umat Islam di berbagai penjuru dunia.
Sesungguhnya Allah memerintahkan umat manusia untuk berlaku adil, berbuat baik, membantu sesama, serta melarang segala bentuk kemungkaran dan perbuatan zalim.
Karena itu, marilah kita senantiasa mengingat Allah SWT agar mendapatkan keberkahan dan ketenangan dalam kehidupan.

Komentar