Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan pertama dalam kalender Hijriah ini, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah Muharram. Bahkan, puasa Muharram disebut sebagai puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan.
Bagi yang ingin melaksanakan puasa sunnah di bulan Muharram, berikut bacaan niat puasa Muharram, puasa Tasu’a (9 Muharram), dan puasa Asyura (10 Muharram).
Niat Puasa Muharram
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shaumal Muharrami lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Tasu’a (9 Muharram)
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma Tâsû‘â-a lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Saya niat puasa Tasu’a karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Asyura (10 Muharram)
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma Âsyûrâ-a lillâhi ta‘âlâ.
Artinya:
“Saya niat puasa Asyura karena Allah Ta’ala.”
Waktu Membaca Niat Puasa Muharram
Niat puasa sunnah Muharram dapat dibaca sejak malam hari setelah Magrib hingga sebelum terbit fajar. Namun, jika belum sempat berniat pada malam hari, seseorang masih diperbolehkan berniat pada siang hari sebelum waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum.
Keutamaan Puasa Muharram
Puasa di bulan Muharram memiliki banyak keutamaan. Rasulullah SAW menyebut puasa Muharram sebagai puasa terbaik setelah Ramadan. Selain itu, puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram dipercaya dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu. Umat Islam juga dianjurkan mengiringi puasa Asyura dengan puasa Tasu’a pada 9 Muharram sebagai pembeda dari tradisi puasa kaum Yahudi.
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Bulan Muharram termasuk salah satu bulan mulia dalam Islam yang menjadi momentum bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah. Selain menjalankan puasa sunnah, terdapat berbagai amalan lain yang dianjurkan untuk meraih keberkahan di bulan ini.
1. Memperbanyak Puasa Sunnah
Puasa Muharram merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan. Di antara yang paling utama adalah puasa Tasu’a pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram.
2. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, serta memohon ampunan kepada Allah SWT melalui istighfar.
3. Membaca Al-Qur’an
Muharram menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan interaksi dengan Al-Qur’an, baik dengan membaca, menghafal, maupun mentadabburi maknanya.
4. Bersedekah
Memperbanyak sedekah kepada fakir miskin, anak yatim, dan orang yang membutuhkan merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena dapat mendatangkan keberkahan dan pahala berlipat.
5. Menjalin Silaturahmi
Menjaga hubungan baik dengan keluarga, kerabat, dan sesama Muslim menjadi salah satu amalan yang dapat mempererat persaudaraan dan mendatangkan rahmat Allah SWT.
6. Memperbanyak Doa
Bulan Muharram dapat dimanfaatkan untuk memperbanyak doa, memohon kebaikan dunia dan akhirat, serta berharap agar tahun yang baru menjadi lebih baik.
7. Muhasabah dan Taubat
Tahun Baru Islam juga menjadi momen yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki kesalahan masa lalu, dan memperbanyak taubat kepada Allah SWT.
Dengan mengisi bulan Muharram melalui berbagai amalan tersebut, umat Islam diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan dan memperoleh keberkahan sepanjang tahun.
Kesimpulan
Puasa Muharram, terutama pada hari Tasu’a dan Asyura, merupakan amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Dengan memahami dan melafalkan niat yang benar, umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa Muharram dengan lebih sempurna serta meraih berbagai keutamaan yang dijanjikan Allah SWT.

Komentar