Muhammadiyah kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat gerakan kesejahteraan sosial sebagai bagian penting dari dakwah Islam berkemajuan.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Regional I, Seminar MPKS PP Muhammadiyah Leadership Series, serta Aksi Sosial bertema “Think Bigger, Lead Better: Strategi Membangun Dampak dan Keberlanjutan Gerakan Kesejahteraan Sosial” yang berlangsung di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Depok.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan sosial Muhammadiyah di berbagai daerah melalui penguatan tata kelola lembaga kesejahteraan sosial.
Spirit Al-Ma’un Menjadi Landasan Gerakan Sosial Muhammadiyah
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman, menegaskan bahwa gerakan kesejahteraan sosial Muhammadiyah harus tetap berpijak pada nilai-nilai Islam yang membawa pencerahan dengan menjadikan semangat Surah Al-Ma’un sebagai dasar pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu dan kelompok rentan merupakan identitas Muhammadiyah yang harus terus dipertahankan di tengah berbagai tantangan sosial.
Ia menjelaskan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga mendorong umat untuk menghadirkan kemajuan, membebaskan masyarakat dari berbagai persoalan, serta menciptakan kehidupan yang lebih tertib dan sejahtera.
Karena itu, pelayanan kepada kaum dhuafa harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Amal Usaha Pendidikan dan Sosial Memiliki Peran Berbeda
Dalam kesempatan tersebut, Agus juga mengutip refleksi Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, mengenai masih adanya persoalan kemiskinan yang dihadapi sebagian masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat agar Muhammadiyah terus menghadirkan solusi yang relevan melalui berbagai amal usaha.
Ia mengibaratkan amal usaha di bidang pendidikan dan ekonomi sebagai “amal usaha mata air” karena menghasilkan sumber daya yang mendorong kemajuan umat.
Sementara itu, amal usaha di bidang kesejahteraan sosial disebut sebagai “amal usaha air mata”, karena berfokus mendampingi dan melayani masyarakat yang berada dalam kondisi paling membutuhkan.

MPKS Muhammadiyah Perkuat Tata Kelola Lembaga Sosial
Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah, Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa MPKS saat ini terus mempercepat pelaksanaan sepuluh program prioritas yang menjadi amanat Muktamar Muhammadiyah.
Ia menjelaskan, dari sekitar 250 lembaga kesejahteraan sosial Muhammadiyah yang tersebar di berbagai daerah, sebanyak 157 lembaga telah memperoleh akreditasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola organisasi sekaligus kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Delegasi Sumatera Utara Berbagi Praktik Baik Pelayanan Sosial
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri oleh delegasi Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara.
Delegasi Sumatera Utara diwakili oleh Sekretaris MPKS PWM Sumatera Utara, Dr. Robie Fanreza, S.Pd.I., M.Pd.I., bersama Pengelola LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Medan, Buya Rafdinal, M.AP.
Kehadiran keduanya menjadi bagian dari penguatan sinergi nasional dalam mengembangkan pelayanan kesejahteraan sosial Muhammadiyah di berbagai wilayah Indonesia.
LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Medan Jadi Inspirasi Nasional
Dalam forum tersebut, LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Medan dipercaya mempresentasikan praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan lembaga kesejahteraan sosial anak.
Lembaga yang diresmikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 14 Oktober 2017 ini dikenal sebagai salah satu rujukan dalam pelayanan pengasuhan bayi dan balita terlantar dengan mengedepankan perlindungan anak, pemenuhan hak-hak anak, serta penguatan peran keluarga.
LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Medan menjalankan dua model pelayanan, yaitu:
- Temporer Shelter, sebagai tempat pengasuhan sementara untuk mendukung proses reunifikasi atau pengembalian anak kepada keluarga.
- Permanent Shelter, yaitu layanan pengasuhan jangka panjang bagi anak-anak yang membutuhkan perlindungan secara berkelanjutan.
Melalui kedua layanan tersebut, LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Medan dinilai berhasil mengimplementasikan nilai-nilai Surah Al-Ma’un dalam bentuk pelayanan sosial yang profesional, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menjadi Contoh Dakwah yang Berdampak
Praktik baik yang dikembangkan oleh LKSA Bayi Sehat Muhammadiyah Medan mendapatkan apresiasi dari peserta rapat koordinasi. Lembaga ini dinilai menjadi contoh nyata bagaimana dakwah Muhammadiyah tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui pelayanan sosial yang mampu menghadirkan perlindungan, harapan, dan masa depan yang lebih baik bagi bayi serta anak-anak yang membutuhkan.

Komentar