Sahur merupakan salah satu amalan penting dalam ibadah puasa Ramadan yang dianjurkan dalam ajaran Islam. Selain berfungsi sebagai sumber energi agar kuat menjalani puasa, sahur juga memiliki nilai ibadah yang besar jika dilakukan sesuai tuntunan syariat. Tidak hanya sekadar makan di waktu dini hari, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa serta berniat sebelum menjalankan puasa.
Banyak orang masih belum mengetahui bacaan doa sebelum makan sahur yang sesuai sunnah. Padahal, dengan mengawali sahur dengan doa, aktivitas sederhana tersebut akan bernilai pahala. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk memahami niat puasa harian dan doa sebelum makan sahur agar ibadah Ramadan menjadi lebih sempurna.
Baca Juga : Tata Cara Shalat Tarawih 11 Rakaat (4-4-3) Lengkap dengan Niat dan Penjelasannya
Lafal Niat Puasa Ramadhan Harian
Niat merupakan bagian penting dalam ibadah puasa. Dalam ajaran Islam, niat dilakukan di dalam hati sebagai bentuk kesungguhan menjalankan ibadah. Meski begitu, melafalkan niat juga diperbolehkan untuk membantu menghadirkan kesadaran dan kekhusyukan. Dilansir dari laman UIP berikut lafal niat puasa Ramadan harian:
Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri ramadhana hadzihis sanati lillahi ta‘ala.
Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Niat ini dapat dibaca pada malam hari hingga sebelum waktu imsak. Namun, yang terpenting adalah niat dalam hati, bukan semata-mata ucapan.
Baca Juga : Makanan Sahur dan Berbuka untuk Penderita Asam Lambung agar Puasa Tetap Nyaman
Doa Sebelum Makan Sahur
Sebelum makan sahur, umat Islam dianjurkan membaca doa sebagaimana ketika hendak makan pada umumnya. Hal ini sesuai sunnah Nabi Muhammad, yaitu memulai makan dengan menyebut nama Allah agar makanan membawa keberkahan.Berikut doa sebelum makan sahur:
Arab: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Allahumma barik lana fima razaqtana wa qina ‘adzaban nar
Arti: Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan lindungilah kami dari siksa neraka.
Doa ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kesadaran kepada Allah dalam setiap aktivitas, termasuk makan sahur.
Baca Juga : Apa Boleh Puasa Ramadhan tapi Belum Mandi Wajib? Ini Penjelasannya
Keutamaan Menjalankan Sahur Menurut Syariat Islam
Sahur bukan hanya rutinitas, tetapi juga ibadah yang dianjurkan. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh para ulama, Rasulullah menyampaikan bahwa sahur mengandung keberkahan. Hal ini menjadi bukti bahwa Islam sangat memperhatikan keseimbangan antara ibadah dan kesehatan. Beberapa keutamaan sahur antara lain:
- Sumber Keberkahan: Sahur mengandung keberkahan, baik dari sisi pahala karena mengikuti sunnah maupun dari sisi kesehatan fisik untuk menunjang ibadah.
- Pembeda dengan Puasa Lain: Makan sahur menjadi ciri khas yang membedakan ibadah puasa umat Islam dengan kaum terdahulu (Ahli Kitab).
- Mendapatkan Doa Malaikat: Allah SWT dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang bangun untuk melaksanakan sahur.
- Waktu Mustajab untuk Berdoa: Waktu sahur termasuk dalam waktu sepertiga malam terakhir, di mana doa-doa lebih mudah dikabulkan dan menjadi waktu terbaik untuk beristighfar.
Kesimpulan
Makan sahur memiliki peran penting dalam ibadah puasa Ramadan, baik dari sisi kesehatan maupun spiritual. Selain menjaga energi, sahur juga membawa keberkahan jika dilakukan sesuai tuntunan Islam. Membaca niat puasa dan doa sebelum makan sahur merupakan bagian dari sunnah yang dianjurkan agar ibadah semakin sempurna.
Dengan memahami lafal niat, doa, serta keutamaan sahur, umat Muslim dapat menjalankan Ramadan dengan lebih khusyuk dan penuh makna. Mulailah sahur dengan menyebut nama Allah, berniat puasa, serta memperbanyak doa agar ibadah diterima dan mendapatkan pahala berlipat.

Komentar