Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sejumlah warga mulai memadati area pemakaman untuk melaksanakan ziarah kubur. Tradisi tahunan ini dilakukan sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada keluarga yang telah berpulang, sekaligus persiapan spiritual menyambut Ramadan.
Salah seorang peziarah, Muhammad Irsan, warga Jalan Karya Gang Wakaf, mengaku rutin berziarah setiap menjelang Ramadan. Ia mengatakan, kegiatan tersebut sudah menjadi kebiasaan yang ia lakukan setiap tahun.
“Kalau saya pribadi rutin setiap menjelang Ramadan berziarah. Kita datang untuk mendoakan almarhum orang tua dan saudara-saudara yang sudah lebih dulu berpulang,” ujarnya kepada wartawa, (14/02/2026).
Menurut Irsan, ziarah memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi keluarga yang telah tiada.
“Maknanya kita memanjatkan doa sambil menghormati almarhum keluarga kita yang ada di pemakaman ini. Selain itu, kita memohon izin kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam menyambut bulan suci Ramadan,” jelasnya.
Ia menambahkan, tradisi tersebut tidak hanya dilakukan menjelang Ramadan, tetapi juga biasanya kembali dilakukan sebelum Hari Raya Idulfitri.
“Setelah menjalankan ibadah selama bulan Ramadan, biasanya kita juga tetap berziarah menjelang Idulfitri sebagai bagian dari menyambut hari baik,” tambahnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan peziarah datang silih berganti sejak pagi hari. Sebagian membawa bunga untuk ditaburkan di atas pusara, sementara lainnya duduk khusyuk memanjatkan doa. Tradisi ziarah kubur ini menjadi momen refleksi diri sekaligus pengingat akan makna kehidupan sebelum memasuki bulan penuh berkah.

Komentar