Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menargetkan waktu respons layanan darurat di Kota Medan dapat ditekan hingga di bawah 10 menit melalui penerapan sistem ambulans terintegrasi berbasis digital.
Target tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Kerja Tematik Pelaksanaan Pembangunan Kota Medan Tahun 2026 yang membahas peningkatan kualitas dan cakupan pelayanan publik.
Dalam rapat yang dihadiri Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, serta Kepala Bappeda Ferry Ichsan, Rico menyoroti pentingnya sistem tanggap darurat yang mampu mendeteksi lokasi warga secara otomatis dan langsung mengirim ambulans dari fasilitas kesehatan terdekat.
“Yang kita butuhkan respons di bawah 10 menit. Semua rumah sakit harus terkoneksi dalam satu sistem yang bisa membaca titik lokasi dan langsung mengirim tim terdekat,” ujarnya, Jumat (20/02/2026) lalu.
Ia menilai integrasi digital antar-rumah sakit menjadi kunci untuk mempercepat penanganan kondisi darurat. Melalui sistem tersebut, koordinasi antara fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta diharapkan berjalan lebih cepat tanpa hambatan administratif.
Kerja sama ini direncanakan akan diformalkan melalui nota kesepahaman dengan berbagai rumah sakit di Kota Medan. Rico menegaskan, sistem tersebut dirancang untuk memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam setiap situasi darurat.
Selain fokus pada layanan tanggap darurat, Rico juga menyoroti perlunya pemerataan layanan administrasi kependudukan. Ia menilai tingginya jumlah warga yang mengurus dokumen di kantor pusat Dukcapil menunjukkan perlunya distribusi layanan hingga tingkat kelurahan.
“Kalau Dukcapil bisa menyelesaikan KTP dalam sehari, kenapa kelurahan tidak bisa? Data sudah ada, tinggal verifikasi dan cetak. Jangan semua tersentralisasi,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa digitalisasi harus memberikan kemudahan bagi masyarakat dan bukan justru menjadi hambatan baru dalam pelayanan publik.
“Digitalisasi memangkas proses yang memakan waktu dan biaya, masuk ke sistem yang lebih cepat dan efisien. Tapi sistem digital harus mudah dipakai masyarakat, jangan sampai malah mempersulit,” tegasnya.
Melalui integrasi sistem darurat dan penguatan digitalisasi layanan, Pemerintah Kota Medan menargetkan pelayanan publik yang lebih responsif, efisien, dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih cepat.

Komentar