Komitmen Pemerintah Kota Medan dalam memperluas perlindungan sosial kembali ditegaskan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melalui peluncuran program Upgrade New Empowering bagi Kepala Lingkungan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama BPJS Ketenagakerjaan. Inisiatif ini difokuskan untuk memperkuat perlindungan pekerja sektor informal sekaligus menekan potensi lahirnya keluarga miskin baru, Jumat (27/02/2026).
Rico menilai kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata memberikan jaminan sosial bagi masyarakat. Ia memaparkan berbagai manfaat yang diperoleh peserta, seperti perlindungan kecelakaan kerja, santunan kematian, hingga bantuan pendidikan bagi anak peserta sampai jenjang perguruan tinggi dengan syarat kepesertaan minimal tiga tahun.
Menurutnya, pemerintah harus hadir mencegah risiko sosial yang dapat muncul ketika kepala keluarga meninggal dunia tanpa perlindungan jaminan sosial.
“Karena itu, pemberdayaan kepala lingkungan menjadi ujung tombak sosialisasi dan rekrutmen peserta di tingkat warga,” ujarnya dalam kegiatan yang turut dihadiri Kepala BPJS Medan Kota Jefri Iswanto, pimpinan OPD, camat, lurah, serta kepala lingkungan se-Kota Medan.
Ia mengungkapkan, pada tahun sebelumnya setiap kepala lingkungan ditargetkan merekrut 25 peserta. Hingga 24 Februari 2026, dari target 50.025 orang, sebanyak 40.435 pekerja telah terdaftar atau sekitar 80,83 persen dari total 2.001 lingkungan. Bahkan terdapat kepala lingkungan yang mampu mengajak hingga 300 warga menjadi peserta. Ke depan, target pendaftaran akan ditingkatkan menjadi 50 peserta per kepala lingkungan.
Rico juga menyampaikan hasil pembicaraannya dengan Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Bagian Utara, I Nyoman Swarjaya. Dalam diskusi tersebut dipastikan bahwa biaya pengobatan akibat kecelakaan kerja dapat ditanggung penuh tanpa batas nominal selama memenuhi ketentuan yang berlaku. Hal ini dinilainya sebagai bukti konkret pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.
Selain meresmikan program, Rico Waas turut menyerahkan secara simbolis beasiswa pendidikan dan santunan klaim kepada ahli waris peserta. Hingga saat ini, tercatat 1.915 warga telah menerima manfaat beasiswa dari program tersebut.
Ia menekankan bahwa kesinambungan program menjadi perhatian utama, mengingat pelayanan publik pada dasarnya adalah bentuk kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat. Ia berharap kolaborasi antara Pemko Medan, BPJS Ketenagakerjaan, serta seluruh perangkat daerah semakin solid demi memperluas cakupan perlindungan pekerja dan memperkuat kepercayaan publik.
“Ini bukan hanya program, tetapi ikhtiar memastikan masa depan masyarakat lebih terjamin dan risiko sosial dapat dicegah sejak awal,” tegasnya.

Komentar