Berita
Beranda / Berita / SPPG Muhammadiyah Ubah Mindset Gizi Generasi Indonesia

SPPG Muhammadiyah Ubah Mindset Gizi Generasi Indonesia

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah di Kampus 4 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kini telah melayani ribuan penerima manfaat dan menyerap puluhan tenaga kerja lokal.

Kehadiran fasilitas ini dinilai tidak hanya membantu pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap pentingnya makanan bergizi seimbang.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sanjaya, mengatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang layak sejak dini.



“Saya sendiri pada saat kecil, tidak memikirkan gizinya apa, yang penting ada makanan masuk ke dalam perut. Tapi sekarang pemerintah melakukan intervensi bahwa anak-anak harus diberikan asupan gizi dengan makan dengan gizi yang seimbang,” ujarnya dalam sambutan peresmian SPPG Muhammadiyah di Kampus 4 UMSU, Senin (16/02/2026).

Ia menambahkan, pemenuhan gizi seimbang menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

“Bisa Anda bayangkan 2045 Indonesia akan menjadi seperti apa dengan anak-anak yang kita siapkan sejak dini dengan makanan seimbang, ada karbohidratnya, protein, ada vitaminnya,” katanya.



Selain berdampak pada penerima manfaat, keberadaan SPPG juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar. Saat ini, operasional SPPG Muhammadiyah UMSU telah menyerap 47 tenaga kerja dari kelompok masyarakat prioritas.

“Keberadaan SPPG ini telah menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar, khususnya saudara-saudara kita yang berasal dari kelompok ekonomi bawah yang diutamakan,” jelasnya.

Sony juga menegaskan bahwa program MBG telah berkembang pesat secara nasional dan melibatkan partisipasi masyarakat luas.

“Kita lihat sekarang sudah ada 1,2 juta masyarakat Indonesia yang bekerja sebagai relawan di 24.400 SPPG se-Indonesia. Baru sekitar 13 bulan berjalan, tapi sudah mampu memberikan makan kepada puluhan juta anak,” ungkapnya.

Ia menilai program ini tidak sekadar memberikan makanan, tetapi juga mengubah kesadaran masyarakat tentang pentingnya kualitas gizi anak.



“Makan Bergizi Gratis ini merubah mindset bangsa Indonesia. Orang tua sekarang melihat anaknya makan apa. Jika ada kritik, itu adalah dorongan bagi kita untuk melakukan koreksi dan memberikan pelayanan yang terbaik,” tegasnya.

Sony turut mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang telah berperan aktif dalam mendukung program nasional tersebut melalui pembangunan fasilitas, operasional, serta penguatan rantai pasok pangan.

“Saya sebagai perwakilan pemerintah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kontribusi Muhammadiyah. Apa yang dilakukan ini menjadi bagian penting dalam mendukung program makan bergizi nasional,” katanya.

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan