Bulan Ramadan selalu identik dengan ibadah malam yang istimewa, yaitu shalat Tarawih. Setiap masjid di berbagai daerah, termasuk di kota-kota besar hingga pelosok kampung, ramai dipenuhi jamaah yang ingin meraih pahala berlipat.
Namun, tidak sedikit pula yang memilih melaksanakan Tarawih di rumah karena berbagai alasan, seperti kesibukan, kondisi kesehatan, atau ingin suasana lebih khusyuk. Lantas, lebih utama shalat Tarawih sendiri atau berjamaah? Berikut penjelasan lengkap beserta tata caranya.
Apa Itu Shalat Tarawih?
Shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadan setelah shalat Isya. Ibadah ini termasuk qiyamul lail (shalat malam) yang memiliki keutamaan besar. Pada masa Rasulullah ﷺ, Tarawih pernah dilaksanakan secara berjamaah, kemudian beliau tidak melanjutkannya secara rutin agar tidak dianggap sebagai kewajiban bagi umatnya.
Pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab, shalat Tarawih kembali dihidupkan secara berjamaah di masjid dan menjadi tradisi yang terus berlangsung hingga sekarang.
Keutamaan Shalat Tarawih Berjamaah
Shalat Tarawih berjamaah di masjid memiliki sejumlah keutamaan, di antaranya:
1. Pahala Lebih Besar
Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa orang yang shalat bersama imam hingga selesai akan dicatat seperti melaksanakan shalat semalam penuh. Ini menjadi motivasi besar untuk mengikuti Tarawih secara berjamaah sampai witir
2. Mempererat Ukhuwah
Tarawih berjamaah menghadirkan suasana kebersamaan. Bertemu tetangga, saling menyapa, hingga berbagi takjil menciptakan ikatan sosial yang kuat selama Ramadan.
3. Semangat Lebih Terjaga
Beribadah bersama-sama cenderung membuat seseorang lebih bersemangat. Bacaan imam yang merdu juga membantu jamaah lebih khusyuk dan fokus.
Keutamaan Shalat Tarawih Sendiri
Meski berjamaah sangat dianjurkan, shalat Tarawih sendiri tetap sah dan memiliki nilai ibadah yang besar.
1. Lebih Khusyuk
Sebagian orang merasa lebih tenang saat beribadah sendirian. Tanpa gangguan suara atau keramaian, konsentrasi bisa lebih terjaga.
2. Fleksibel Waktu
Tarawih dapat dikerjakan setelah Isya hingga menjelang Subuh. Jika dilakukan sendiri, seseorang bisa menyesuaikan waktu sesuai kondisi.
3. Alternatif Bagi yang Berhalangan
Bagi yang sakit, lanjut usia, atau memiliki kendala tertentu, shalat di rumah menjadi pilihan terbaik tanpa mengurangi nilai pahala.
Berapa Rakaat Shalat Tarawih?
Jumlah rakaat Tarawih memang sering menjadi perbincangan. Di Indonesia, umumnya terdapat dua praktik yang populer :
- 8 rakaat Tarawih + 3 rakaat Witir
- 20 rakaat Tarawih + 3 rakaat Witir
Keduanya memiliki dasar dan telah dipraktikkan oleh umat Islam sejak lama. Perbedaan ini seharusnya tidak menjadi sumber perdebatan, karena semuanya termasuk ibadah sunnah yang bertujuan mendekatkan diri kepada Allah.
Tata Cara Shalat Tarawih
Berikut langkah-langkah umum pelaksanaan Tarawih :
- Niat di dalam hati : Tidak perlu dilafalkan keras, cukup dalam hati sesuai dengan jumlah rakaat yang akan dikerjakan
- Dilaksanakan dua rakaat salam : Sama seperti shalat sunnah lainnya, Tarawih dikerjakan dua rakaat kemudian salam.
- Membaca surat setelah Al-Fatihah : Disunnahkan membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Beberapa masjid bahkan mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadan.
- Ditutup dengan shalat Witir : Witir bisa dilakukan 1 atau 3 rakaat sebagai penutup shalat malam.
Jika dilakukan berjamaah, jamaah mengikuti bacaan dan gerakan imam hingga selesai. Jika sendiri, tata caranya sama seperti shalat sunnah biasa.
Mana yang Lebih Utama?
Pada dasarnya, shalat Tarawih berjamaah lebih dianjurkan karena terdapat keutamaan khusus sebagaimana disebutkan dalam hadis. Namun, jika ada kondisi yang membuat seseorang tidak bisa ke masjid, melaksanakannya di rumah tetap berpahala dan tidak mengurangi esensi ibadah.
Yang terpenting bukanlah di mana shalat dilakukan, melainkan konsistensi dan kekhusyukan dalam menjalankannya. Ramadan adalah momen memperbanyak amal, bukan memperdebatkan perbedaan.
Tips Agar Tarawih Lebih Maksimal
- Datang lebih awal ke masjid agar mendapat saf depan.
- Membaca doa dan dzikir setelah shalat.
- Menjaga kesehatan agar tetap kuat menjalani ibadah malam.
- Mengatur waktu istirahat supaya tidak kelelahan.
Kesimpulan
Shalat Tarawih merupakan ibadah sunnah istimewa di bulan Ramadan yang dapat dilakukan sendiri maupun berjamaah. Shalat berjamaah memiliki keutamaan pahala lebih besar serta mempererat kebersamaan umat.
Namun, shalat sendiri tetap sah dan menjadi solusi bagi yang memiliki keterbatasan. Perbedaan jumlah rakaat pun tidak perlu dipermasalahkan selama dilandasi niat ikhlas dan mengikuti tuntunan syariat. Yang paling utama adalah menjaga keistiqamahan dan menghadirkan hati dalam setiap rakaat yang dikerjakan.

Komentar