Ibadah tarawih menjadi salah satu amalan yang paling dinanti saat bulan Ramadan. Banyak umat Islam, khususnya generasi muda, ingin menjalankannya secara maksimal, namun sering muncul pertanyaan: lebih utama shalat tarawih 2 rakaat salam atau 4 rakaat salam?
Dalam ajaran Islam, persoalan ini tidak memiliki satu jawaban yang mutlak benar. Perbedaan tersebut merupakan bagian dari ijtihad para ulama yang sama-sama memiliki dasar dalil kuat.
Baik dilakukan dua rakaat maupun empat rakaat, keduanya tetap sah selama mengikuti tuntunan syariat dan meneladani praktik Nabi Muhammad SAW.
Memahami latar belakang perbedaan ini akan membantu umat Islam beribadah dengan lebih tenang tanpa harus bingung memilih.
Landasan Perbedaan Jumlah Rakaat Tarawih
Sebelum membahas teknis salam, penting memahami jumlah rakaat tarawih yang umum dijalankan di Indonesia, yaitu 11 rakaat dan 23 rakaat. Kedua praktik ini lahir dari perbedaan sudut pandang dalam melihat keutamaan ibadah.
- 11 Rakaat (8 Tarawih + 3 Witir)
Pendapat ini merujuk pada riwayat dari Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah shalat malam melebihi sebelas rakaat. Penekanannya adalah kualitas bacaan yang panjang dan kekhusyukan (thuma’ninah). - 23 Rakaat (20 Tarawih + 3 Witir)
Pendapat ini dipegang oleh mayoritas ulama dan dikaitkan dengan kebijakan pada masa Khalifah Umar bin Khattab yang menghidupkan tarawih berjamaah dengan jumlah rakaat lebih banyak. Fokusnya pada memperbanyak sujud dan zikir di malam Ramadan.
Penjelasan Tarawih 2 Rakaat Salam atau 4 Rakaat Salam
Perbedaan teknis pelaksanaan di Indonesia banyak merujuk pada panduan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Keduanya memiliki dasar hadis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Tata Cara 4 Rakaat Sekali Salam
Panduan ini membolehkan tarawih dilakukan dengan susunan 4 rakaat + 4 rakaat + 3 rakaat witir. Dasarnya adalah hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang menjelaskan bahwa Nabi SAW pernah shalat empat rakaat, lalu empat rakaat, kemudian witir tiga rakaat.
Dalam praktiknya, empat rakaat dilakukan tanpa duduk tasyahud awal. Setelah rakaat kedua, jamaah langsung berdiri melanjutkan rakaat ketiga. Cara ini dimaksudkan untuk membedakan shalat sunnah tarawih dari shalat wajib.
Tata Cara 2 Rakaat Sekali Salam
Sebagian ulama menegaskan bahwa shalat malam dilakukan dua rakaat-dua rakaat, sebagaimana hadis Nabi. Pendapat ini juga dijelaskan dalam mazhab Syafi’i oleh Imam An-Nawawi.
Secara makna, kata tarawih berasal dari “tarwihah” yang berarti istirahat. Karena itu, setiap dua rakaat diselingi jeda ringan, sehingga pelaksanaan dianggap lebih sesuai dengan filosofi tarawih.
Tips Memilih Formasi Tarawih yang Tepat
Agar ibadah tetap nyaman dan tidak menimbulkan perdebatan, berikut beberapa hal yang bisa dijadikan pedoman:
1. Ikuti Jamaah di Masjid
Jika melaksanakan tarawih berjamaah, sebaiknya mengikuti imam. Hal ini penting untuk menjaga persatuan dan keharmonisan umat.
2. Utamakan Kekhusyukan, Bukan Kecepatan
Baik 2 rakaat maupun 4 rakaat, pastikan dilakukan dengan thuma’ninah. Jangan terburu-buru hanya demi mengejar jumlah rakaat.
3. Pahami Dalil agar Lebih Bijak
Dengan memahami dasar hukumnya, kita tidak mudah menyalahkan praktik orang lain yang berbeda. Semua memiliki pijakan dalam sunnah.
Tarawih Adalah Ibadah, Bukan Ajang Perdebatan
Shalat tarawih merupakan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan penuh berkah. Perbedaan teknis 2 rakaat atau 4 rakaat tidak seharusnya menjadi penghalang dalam beribadah.
Selama dilakukan dengan niat ikhlas dan mengikuti dalil yang benar, insya Allah ibadah tersebut diterima. Ramadan seharusnya menjadi momentum memperdalam ilmu agama sekaligus memperbanyak amal saleh, bukan memperdebatkan hal yang bersifat khilafiyah.
Kesimpulan
Perbedaan pelaksanaan shalat tarawih, baik 2 rakaat salam maupun 4 rakaat salam, merupakan bagian dari khazanah fiqih Islam yang memiliki dasar dalil masing-masing.
Tidak ada satu cara yang paling mutlak benar, karena keduanya pernah dicontohkan dalam berbagai riwayat tentang praktik ibadah Nabi Muhammad SAW.
Yang terpenting bagi umat Islam adalah menjaga kekhusyukan, mengikuti imam saat berjamaah, serta saling menghormati perbedaan yang ada.
Tarawih bukan sekadar soal jumlah rakaat atau teknis pelaksanaan, melainkan momentum untuk meningkatkan keimanan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan Ramadan yang penuh berkah.
Sumber
- Berdasarkan Sunnah Nabi Saw, Salat Tarawih itu 8 Rakaat Ditambah 3 Rakaat Witir. https://muhammadiyah.or.id/2025/02/berdasarkan-sunnah-nabi-saw-salat-tarawih-itu-8-rakaat-ditambah-3-rakaat-witir/
- Dasar Salat Tarawih Empat Rakaat Satu Kali Salam. https://tarjih.or.id/dasar-salat-tarawih-empat-rakaat-satu-kali-salam-2/
- Hukum Shalat Tarawih Empat Rakaat Satu Salam dalam Mazhab Syafii. https://www.nu.or.id/ramadhan/hukum-shalat-tarawih-empat-rakaat-satu-salam-dalam-mazhab-syafii-xlt8z
- Jumlah Rakaat Shalat Tarawih Menurut Madhab Empat. https://nu.or.id/syariah/jumlah-rakaamp8217at-shalat-tarawih-menurut-madhab-empat-0HVUR

Komentar