Berita
Beranda / Berita / Penjualan Pangir Meningkat Jelang Ramadan

Penjualan Pangir Meningkat Jelang Ramadan

Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, pangir atau ramuan mandi tradisional mulai ramai diserbu masyarakat.

Di persimpangan Pasar Sukaramai, warga tampak silih berganti mendatangi lapak pedagang untuk membeli rempah yang dipercaya sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki bulan puasa.

Pedagang pangir, Lasima Siregar Dongoran, mengatakan dagangannya mulai ramai pembeli dalam beberapa hari terakhir. Pangir menjadi salah satu kebutuhan musiman yang dicari masyarakat menjelang Ramadan.

“Iya, pangir ini biasanya untuk nyambut bulan Ramadan. Yang beli orang-orang sini, orang belanja, orang lewat pulang kerja,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (18/02/2026).


Ia menjelaskan, pangir yang dijualnya terbuat dari bahan alami seperti daun pandan, serai wangi, daun jeruk, daun nilam, dan pelepah pinang. Bahan-bahan tersebut kemudian diracik menjadi ramuan mandi tradisional yang memberikan aroma segar dan menenangkan.

“Bahannya daun pandan, serai wangi, daun jeruk, daun nilam, sama pelepah pinang. Semua bahan itu saya beli dari pusat pasar,” katanya.

Lasima menambahkan, harga pangir yang dijualnya relatif terjangkau sehingga banyak diminati masyarakat dari berbagai kalangan.

“Harganya Rp2.000 sampai Rp8.000, tergantung ukuran. Biasanya menjelang Ramadan memang ramai yang beli,” ucapnya.



Menurutnya, tradisi menggunakan pangir masih terus bertahan hingga kini, meskipun zaman telah berubah. Ia sendiri telah berjualan sejak puluhan tahun lalu dan selalu merasakan peningkatan pembeli setiap menjelang Ramadan.

“Saya sudah jualan dari tahun 77. Setiap mau Ramadan pasti ramai, karena orang masih pakai pangir untuk persiapan puasa,” katanya.

Ramainya pembeli menunjukkan tradisi mandi pangir masih menjadi bagian dari budaya masyarakat. Selain sebagai sarana membersihkan diri, pangir juga menjadi simbol kesiapan lahir dan batin dalam menyambut bulan penuh berkah.



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan