Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Ketenagakerjaan Sumatera Utara memperkuat program magang nasional sebagai salah satu langkah menekan angka pengangguran. Program ini dinilai efektif membuka akses kerja bagi pencari kerja, khususnya lulusan baru, Jumat (20/02/2026).
Kepala Disnaker Sumut, Yuliani Siregar, mengatakan program magang tersedia baik di dalam negeri maupun luar negeri, termasuk Jepang.
“Program magang ada yang di dalam negeri dan ada yang magang ke luar negeri yakni ke Jepang. Kesempatan ini kita buka untuk mengurangi angka penangguran di Sumatera Utara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program magang nasional telah berjalan sejak 2025 dan menjadi bagian dari kebijakan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto. Di Sumatera Utara, program tersebut telah menyerap sekitar 2.800 tenaga kerja yang ditempatkan di berbagai sektor, seperti perusahaan swasta dan rumah sakit.
Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi maganghub.kemenaker.go.id milik Kementerian Ketenagakerjaan. Peserta yang lolos seleksi akan ditempatkan di perusahaan yang telah terdaftar dalam sistem Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan (WLKP).
“Yang lolos akan bekerja di perusahaan yang sudah ditentukan selama 6 bulan, dan seluruh biaya magang ditanggung oleh negara. Setelah itu kita berharap dia bisa tetap melanjutkan bekerja di perusahaan tersebut,” pungkas Yuliani.
Program magang ini berkontribusi terhadap penurunan jumlah pengangguran di Sumatera Utara. Saat ini, jumlah pengangguran tercatat sebanyak 448 ribu orang, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 458 ribu orang.
Selain memberikan pengalaman kerja, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan peluang peserta untuk direkrut secara permanen oleh perusahaan tempat mereka magang.

Komentar