Berita
Beranda / Berita / Pemprov Sumut Buka Peluang Magang ke Jepang, Siapkan Skema KUR untuk Bantu Pembiayaan

Pemprov Sumut Buka Peluang Magang ke Jepang, Siapkan Skema KUR untuk Bantu Pembiayaan

Dinas Ketenagakerjaan Sumatera Utara membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengikuti program magang ke Jepang sebagai bagian dari strategi menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja, Jumat (20/02/2026).

Kepala Disnaker Sumut, Yuliani Siregar, mengatakan program ini merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang, yang dilaksanakan dua kali dalam setahun dengan kuota masing-masing 200 orang.

“Untuk magang kerja melalui seleksi Disnaker tidak dipungut biaya apapun, baik saat pengujiannya maupun pelatihannya nanti, karena setelah dinyatakan lolos di tingkat pusat oleh Kementerian Ketenagakerjaan, maka seluruh biaya mereka di Jepang akan ditanggung oleh perusahaan yang menerima magang,” terang Yuliani.



Selain melalui jalur pemerintah, peserta juga dapat mengikuti program magang melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Saat ini terdapat 40 LPK di Sumatera Utara, namun hanya 11 yang memiliki izin mengirim peserta ke Jepang. Peserta yang memilih jalur ini perlu menyiapkan biaya sekitar Rp42 juta.

Untuk membantu masyarakat yang terkendala biaya, pemerintah daerah tengah membahas dukungan pembiayaan melalui Bank Sumut.

“Selama ini masyarakat kita yang berkeinginan magang ke Jepang rata-rata dari kalangan menengah ke bawah. Kita sampaikan ke pak Gubernur bagaimana agar Pemprov Sumut melalui Bank Sumut dapat mengucurkan KUR untuk masyarakat yang akan magang ke Jepang melalui LPK,” katanya.

Pembahasan terkait skema pinjaman masih berlangsung guna memastikan mekanisme berjalan aman dan tepat sasaran.

“Saat ini sedang dalam pembahasan mekanismenya bagaimana, penjaminnya seperti apa, jangan sampai nanti kredit macet. Kita berharap dari pinjaman ini anak-anak yang mau magang bisa berangkat ke Jepang, sehingga bisa mengurangi angka pengangguran kita di Sumut,” ujar Yuliani.



Peserta magang yang kembali dari Jepang diharapkan dapat membawa keterampilan baru yang dapat diterapkan di daerah asal mereka.

“Kita berharap apa yang mereka peroleh di Jepang dapat dikembangkan di Sumatera Utara, seperti sistem pertanian, sehingga Sumut juga bisa bangkit. Ada alumni yang sudah magang ke Jepang, kembali ke Sumut dan bekerjasama dengan kelompok tani di Tapanuli Utara, mereka sukses mengembangkan pertanian cabai,” katanya.

Ke depan, Disnaker Sumut juga akan melakukan sosialisasi program magang Jepang ke sekolah menengah atas dan kejuruan agar siswa dapat mempersiapkan diri lebih awal.



“Kita sudah koordinasi dengan Dinas Pendidikan Sumatera Utara dan nanti kita akan sosialisasi bersama LPK ke SMA/SMK apa yang harus dilakukan siswa sejak dini jika ingin magang ke Jepang, karena selama ini masyarakat yang ingin magang belum mendapatkan pembekalan sejak di sekolah,” pungkas Yuliani.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan