Informasi
Beranda / Informasi / Kapan Idulfitri 2026? Ini Prediksi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

Kapan Idulfitri 2026? Ini Prediksi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

Kapan Idulfitri 2026? Ini Prediksi Pemerintah, Muhammadiyah, dan NU

Hari Raya Idulfitri selalu menjadi momen yang paling dinanti umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.

Selain menjadi waktu untuk bersilaturahmi dan berkumpul bersama keluarga, penentuan tanggal Idulfitri juga sangat penting karena berkaitan dengan jadwal libur nasional, cuti bersama, hingga persiapan mudik. Lalu, kapan Idulfitri 2026 akan dirayakan?

Penetapan awal Syawal di Indonesia biasanya merujuk pada keputusan resmi pemerintah serta pandangan dari organisasi Islam besar seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akan menetapkan tanggal resmi setelah menggelar sidang isbat.



Prediksi Idulfitri 2026 Menurut Pemerintah

Dilansir dari laman detik.com, pemerintah belum menetapkan secara pasti Lebaran 2026 atau 1 Syawal 1447 H. Kepastian Lebaran baru akan disampaikan melalui sidang isbat pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan.

Meski begitu, prediksi Lebaran 2026 dapat dilihat melalui Kalender Hijriah Indonesia terbitan Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI. Kalender tersebut menunjukkan Lebaran 2026 akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Karena itulah, masyarakat biasanya diminta menunggu pengumuman resmi pemerintah agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.



Prediksi Idulfitri 2026 Versi Muhammadiyah

Selain pemerintah, Muhammadiyah juga menetapkan tanggal Lebaran 2026. Merujuk pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447, Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 H akan jatuh pada 20 Maret 2026.

Ketetapan tersebut diambil berdasarkan perhitungan hisab Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah berdasarkan prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Ijtimak jelang Syawal 1447 H terjadi pada Kamis, 30 Ramadan 1447 H, bertepatan dengan 19 Maret 2026, pukul 01:23:28 UTC. Pada saat matahari terbenam di hari ijtimak tersebut, sebelum pukul 24:00 UTC terdapat wilayah yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1.

Dengan begitu, 1 Syawal 1447 H di seluruh dunia akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.



Prediksi Idulfitri 2026 Menurut NU

Sementara itu, Nahdlatul Ulama atau NU tetap berpegang pada metode rukyatul hilal, yakni melihat hilal secara langsung di berbagai titik pemantauan di Indonesia. Meski demikian, perhitungan hisab tetap digunakan sebagai panduan awal sebelum proses rukyat dilakukan.

Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria imkan rukyat (kemungkinan terlihat), maka 1 Syawal ditetapkan. Namun, apabila tidak terlihat, maka bulan Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari.

Dalam praktiknya, NU seringkali sejalan dengan keputusan pemerintah karena sama-sama menggunakan pendekatan rukyat sebagai dasar utama penetapan.

Apakah Ada Potensi Perbedaan?

Perbedaan tanggal Idulfitri antara pemerintah, Muhammadiyah, dan NU bisa saja terjadi, terutama jika hasil rukyat tidak sesuai dengan perhitungan hisab tertentu. Namun dalam beberapa tahun terakhir, penetapan Idulfitri di Indonesia cenderung seragam karena kriteria penentuan hilal yang semakin terintegrasi.

Meski begitu, masyarakat diimbau untuk tetap menghormati perbedaan apabila memang terjadi. Pada dasarnya, setiap metode memiliki dasar ilmiah dan dalil masing-masing yang diakui dalam tradisi keilmuan Islam.



Hitung Mundur Lebaran 2026

Jika hitung mundur dari hari ini, Selasa, 3 Maret 2026, Lebaran menurut pemerintah akan tiba 18 hari lagi. Sementara itu, Lebaran menurut Muhammadiyah tinggal 17 hari lagi.

Pentingnya Menunggu Pengumuman Resmi

Walaupun prediksi astronomi sudah banyak beredar, keputusan final tetap berada di tangan pemerintah melalui sidang isbat. Biasanya, pengumuman dilakukan secara resmi dan disiarkan secara langsung agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat.

Bagi yang sudah merencanakan mudik atau liburan, sebaiknya tetap memantau perkembangan informasi resmi dari Kementerian Agama serta pengumuman dari Muhammadiyah dan NU agar tidak salah tanggal.

Dengan mengetahui perkiraan lebih awal, masyarakat bisa menyiapkan kebutuhan Lebaran seperti tiket perjalanan, anggaran belanja, hingga jadwal cuti dengan lebih matang.



Kesimpulan

Idulfitri 2026 diperkirakan jatuh pada akhir Maret 2026 berdasarkan kalender Hijriah 1447 H. Pemerintah akan menetapkannya melalui sidang isbat yang menggabungkan metode rukyat dan hisab. Muhammadiyah biasanya sudah menentukan tanggal lebih awal menggunakan metode hisab wujudul hilal, sedangkan NU mengandalkan rukyatul hilal dengan dukungan perhitungan astronomi.

Walaupun ada kemungkinan perbedaan, dalam beberapa tahun terakhir penetapan Idulfitri di Indonesia cenderung seragam. Untuk kepastian tanggal 1 Syawal 1447 H, masyarakat tetap perlu menunggu pengumuman resmi dari pemerintah dan organisasi Islam terkait.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan