Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pelemahan sebesar 0,99% sepanjang sepekan perdagangan. Pada penutupan periode, IHSG berada di level 7.026,7, turun dari posisi 7.097,05 pada pekan sebelumnya.
Pergerakan ini mencerminkan tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik dalam beberapa hari terakhir.
Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp 211 Triliun
Sejalan dengan penurunan IHSG, kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami koreksi. Nilai market cap tercatat turun 1,69% menjadi Rp 12.305 triliun, dari sebelumnya Rp 12.516 triliun.
Artinya, terjadi penyusutan nilai pasar hingga sekitar Rp 211 triliun dalam sepekan terakhir.
Frekuensi Transaksi Harian Justru Menguat
Meski IHSG melemah, aktivitas transaksi investor menunjukkan peningkatan. Rata-rata frekuensi transaksi harian naik 3,08% menjadi 1,78 juta kali transaksi, dibandingkan 1,73 juta transaksi pada pekan sebelumnya.
Hal ini menunjukkan minat transaksi tetap tinggi di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Volume dan Nilai Transaksi Harian Menurun
Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan sebesar 8,62% menjadi 25,87 miliar lembar saham, dari sebelumnya 28,31 miliar lembar saham.
Penurunan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian yang anjlok cukup dalam, yakni sebesar 36,69% menjadi Rp 14,77 triliun, dibandingkan Rp 23,33 triliun pada pekan sebelumnya.
Investor Asing Catat Net Sell Rp 33,83 Triliun Sepanjang 2026
Tekanan pasar turut dipengaruhi oleh aksi jual investor asing. Pada perdagangan Kamis, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 813,51 miliar.
Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing telah membukukan jual bersih mencapai Rp 33,83 triliun.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, kinerja pasar saham Indonesia selama sepekan menunjukkan pelemahan yang tercermin dari turunnya IHSG sebesar 0,99% dan menyusutnya kapitalisasi pasar hingga Rp 211 triliun. Meski frekuensi transaksi meningkat, penurunan volume dan nilai transaksi harian mengindikasikan kehati-hatian investor di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.
Selain itu, aksi jual bersih investor asing yang masih berlanjut turut menambah tekanan terhadap IHSG. Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih cenderung negatif, sehingga pelaku pasar perlu tetap waspada dalam mengambil keputusan investasi.
Sumber : https://investor.id

Komentar