Informasi
Beranda / Informasi / Hukum Mengucapkan “Minal Aidin wal Faizin” saat Idul Fitri 1447 H / 2026

Hukum Mengucapkan “Minal Aidin wal Faizin” saat Idul Fitri 1447 H / 2026

Hukum Mengucapkan “Minal Aidin wal Faizin” saat Idul Fitri 1447 H / 2026
Hukum Mengucapkan “Minal Aidin wal Faizin” saat Idul Fitri 1447 H / 2026

Hari Raya Idul Fitri merupakan salah satu momen paling dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, umat Islam merayakan hari kemenangan dengan penuh rasa syukur dan kebahagiaan.

Pada hari yang suci ini, masyarakat biasanya saling berkunjung, mempererat silaturahmi, serta menyampaikan ucapan selamat dan doa kepada keluarga, kerabat, maupun teman. Tradisi saling memaafkan juga menjadi bagian penting dalam perayaan Idul Fitri.

Di Indonesia, salah satu ucapan yang sangat populer ketika Lebaran adalah kalimat “Minal Aidin wal Faizin.” Ungkapan ini hampir selalu terdengar dalam berbagai kesempatan, baik secara langsung maupun melalui pesan singkat.

Namun, muncul pertanyaan di kalangan masyarakat: bagaimana sebenarnya hukum mengucapkan kalimat tersebut dalam pandangan Islam?



Tradisi Mengucapkan “Minal Aidin wal Faizin” saat Lebaran

Di Indonesia, kalimat “Minal Aidin wal Faizin” telah menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun setiap perayaan Idul Fitri.

Ucapan ini biasanya disampaikan bersamaan dengan kalimat “Mohon maaf lahir dan batin.”

Ungkapan tersebut digunakan sebagai bentuk doa sekaligus harapan agar seseorang kembali dalam keadaan suci setelah menjalani ibadah Ramadan.

Melansir dari laman antaranews.com, ucapan ini sudah sangat melekat dalam budaya masyarakat Muslim Indonesia sebagai bagian dari tradisi menyampaikan selamat Hari Raya Idul Fitri.



Makna Kalimat “Minal Aidin wal Faizin”

Secara bahasa, kalimat مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَالْفَائِزِيْنَ (Minal Aidin wal Faizin) memiliki arti:

“Semoga kita termasuk orang-orang yang kembali (kepada kesucian) dan meraih kemenangan.”

Makna tersebut menggambarkan harapan agar umat Islam dapat kembali kepada fitrah setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Selain itu, kata “Faizin” juga merujuk pada kemenangan spiritual, yaitu keberhasilan melawan hawa nafsu serta mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Karena mengandung doa yang baik, ungkapan ini sering digunakan untuk menyampaikan harapan dan kebaikan kepada sesama Muslim pada hari raya.



Hukum Mengucapkan “Minal Aidin wal Faizin” dalam Islam

Para ulama pada umumnya sepakat bahwa mengucapkan “Minal Aidin wal Faizin” tidak dilarang dalam Islam.

Kalimat tersebut termasuk dalam kategori adat atau kebiasaan masyarakat yang memiliki makna positif.

Dalam kaidah fikih disebutkan:

الأصل في العادات الإباحة

Artinya:
“Hukum asal dalam perkara adat atau kebiasaan adalah boleh.”

Berdasarkan kaidah tersebut, selama suatu ucapan tidak mengandung makna yang bertentangan dengan ajaran Islam atau unsur dosa, maka penggunaannya diperbolehkan.

Dengan demikian, mengucapkan “Minal Aidin wal Faizin” saat Idul Fitri hukumnya mubah atau boleh, selama tidak dianggap sebagai bagian dari ibadah yang memiliki dalil khusus dalam syariat.



Ucapan Idul Fitri yang Dianjurkan dalam Islam

Meskipun kalimat “Minal Aidin wal Faizin” diperbolehkan, beberapa ulama menjelaskan bahwa ucapan yang lebih dianjurkan berasal dari riwayat para sahabat Nabi.

Ucapan tersebut adalah:

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

Taqabbalallahu minna wa minkum

Artinya:
“Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.”

Ucapan ini dianggap lebih utama karena memiliki dasar dari praktik yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW ketika saling memberi ucapan selamat pada hari raya.

Namun demikian, penggunaan berbagai ucapan selamat Idul Fitri tetap diperbolehkan selama mengandung doa dan kebaikan.



Tradisi Lebaran yang Mempererat Silaturahmi

Selain mengucapkan selamat hari raya, Idul Fitri juga identik dengan berbagai tradisi yang mempererat hubungan antar sesama.

Mulai dari saling mengunjungi keluarga, bersalaman untuk saling memaafkan, hingga mengumandangkan takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT.

Di Indonesia, ucapan seperti “Minal Aidin wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin” menjadi simbol persaudaraan dan kebersamaan di hari yang penuh berkah ini.

Tradisi tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya tercermin dalam ibadah, tetapi juga dalam sikap saling memaafkan dan menjaga hubungan baik dengan sesama.



Kesimpulan

Ucapan “Minal Aidin wal Faizin” merupakan tradisi yang sangat populer di kalangan umat Muslim di Indonesia saat merayakan Idul Fitri.

Kalimat ini memiliki makna doa agar seseorang kembali kepada kesucian dan meraih kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan.

Dalam pandangan para ulama, mengucapkan kalimat tersebut hukumnya boleh (mubah) karena termasuk kebiasaan yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Meskipun demikian, ucapan “Taqabbalallahu minna wa minkum” dianggap lebih utama karena memiliki dasar dari riwayat para sahabat Nabi.

Pada akhirnya, berbagai ucapan selamat Idul Fitri tetap diperbolehkan selama mengandung doa dan kebaikan.

Yang terpenting dari perayaan Idul Fitri adalah mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan menjalani ibadah Ramadan.

Sumber: https://www.antaranews.com/

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan