Harga emas dunia hari ini kembali mengalami penguatan tipis pada perdagangan Rabu, 27 Mei 2026. Kenaikan harga emas dipicu oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap kondisi geopolitik global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
Selain faktor pelemahan dolar AS, investor juga mulai kembali memburu aset safe haven seperti emas akibat ketidakpastian situasi di Timur Tengah yang masih berlangsung.
Harga Emas Spot dan Berjangka Sama-Sama Menguat
Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot naik sebesar 0,2 persen menjadi US$ 4.516,76 per ons troi pada perdagangan pagi hari. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni 2026 juga mengalami kenaikan sebesar 0,3 persen menjadi US$ 4.516,30 per ons troi.
Kenaikan harga emas dunia hari ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap logam mulia masih cukup tinggi di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil.
Pelemahan Dolar AS Dorong Permintaan Emas
Melemahnya dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menopang kenaikan harga emas dunia. Saat nilai tukar dolar turun, harga emas menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain sehingga permintaan terhadap emas meningkat.
Kondisi tersebut membuat emas kembali menjadi pilihan investasi aman atau safe haven bagi sebagian pelaku pasar global.
Ketegangan Timur Tengah Jadi Perhatian Pasar
Selain faktor ekonomi, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Iran menuduh Amerika Serikat melanggar kesepakatan gencatan senjata setelah terjadi serangan di sekitar Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia.
Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran investor karena dapat mengganggu proses negosiasi damai antara kedua negara.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyebut proses pembahasan kesepakatan penghentian konflik diperkirakan masih membutuhkan waktu beberapa hari lagi.
Sebelumnya, AS dan Iran sempat memberikan sinyal positif terkait peluang tercapainya kesepakatan awal untuk menghentikan konflik dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Investor Menanti Kebijakan The Fed
Pelaku pasar saat ini juga menunggu pidato sejumlah pejabat Federal Reserve untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS ke depan.
Selain itu, investor turut menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat periode April 2026 yang dijadwalkan terbit pada Kamis, 28 Mei 2026.
Data PCE merupakan salah satu indikator inflasi favorit The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter, termasuk keputusan terkait suku bunga acuan.
Harga Perak, Platinum, dan Paladium Ikut Bergerak
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot tercatat naik 0,6 persen menjadi US$ 77,40 per ons troi.
Sementara itu, harga platinum relatif stabil di level US$ 1.957,75 per ons troi dan paladium menguat 0,9 persen menjadi US$ 1.391,68 per ons troi.
Kenaikan harga emas dunia hari ini diperkirakan masih berpotensi berlanjut apabila dolar AS terus melemah dan tensi geopolitik global semakin meningkat.

Komentar