Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Dolar AS Diprediksi Tembus Rp 18.000, Rupiah Tertekan oleh Sentimen Global dan Domestik

Dolar AS Diprediksi Tembus Rp 18.000, Rupiah Tertekan oleh Sentimen Global dan Domestik

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berada dalam tren pelemahan dalam beberapa hari ke depan. Sejumlah analis bahkan memperkirakan kurs dolar AS berpotensi menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS apabila tekanan terhadap rupiah terus berlanjut.



Rupiah Berpotensi Menyentuh Rp 18.200

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah masih berlanjut hingga pekan depan. Menurutnya, level Rp 18.000 per dolar AS kini semakin dekat dan apabila berhasil ditembus, kurs berpotensi bergerak menuju Rp 18.200.

Prediksi tersebut muncul setelah dolar AS terus menunjukkan penguatan terhadap rupiah dalam beberapa hari terakhir. Bahkan dalam perdagangan sebelumnya, nilai tukar dolar AS sempat mendekati level Rp 17.900 hingga Rp 17.949 per dolar AS.

Level Rp 18.000 Dinilai Jadi Batas Psikologis Penting

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menilai bahwa tembusnya level Rp 18.000 dapat memicu tekanan yang lebih besar terhadap rupiah.

Menurutnya, setelah batas psikologis tersebut terlampaui, pelemahan rupiah berisiko bergerak lebih cepat menuju level Rp 19.000 per dolar AS karena meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar dan investor terhadap stabilitas nilai tukar.



Faktor Penyebab Rupiah Melemah

Pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, ketegangan geopolitik, penguatan dolar AS, hingga kenaikan harga energi menjadi pemicu utama meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.

Sementara dari dalam negeri, sejumlah ekonom menyoroti persoalan struktural ekonomi Indonesia, termasuk defisit transaksi berjalan yang masih dipengaruhi ketergantungan impor energi. Selain itu, sentimen investor terhadap sejumlah kebijakan pemerintah juga dinilai ikut memengaruhi pergerakan rupiah.

Dolar AS Sudah Sempat Menyentuh Rp 17.900

Data perdagangan menunjukkan dolar AS sempat menyentuh kisaran Rp 17.905 sebelum akhirnya ditutup di sekitar Rp 17.880 per dolar AS. Sepanjang tahun 2026, rupiah tercatat telah melemah lebih dari 7% terhadap mata uang AS.

Kondisi ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih cukup besar, terutama jika faktor global dan domestik belum menunjukkan perbaikan signifikan dalam waktu dekat.



Dampak Jika Dolar AS Menembus Rp 18.000

Apabila dolar AS benar-benar menembus level Rp 18.000, sejumlah dampak yang berpotensi muncul antara lain:

1. Harga Barang Impor Naik

Kenaikan kurs dolar dapat membuat biaya impor bahan baku dan barang jadi semakin mahal, yang berpotensi mendorong inflasi.

2. Beban Utang Valas Bertambah

Perusahaan maupun pemerintah yang memiliki kewajiban dalam dolar AS akan menghadapi peningkatan beban pembayaran.

3. Sentimen Investor Memburuk

Pelemahan rupiah yang terlalu cepat dapat memicu kekhawatiran investor sehingga mendorong arus modal keluar dari pasar domestik.

4. Biaya Perjalanan Luar Negeri Meningkat

Masyarakat yang berencana bepergian ke luar negeri akan menghadapi biaya yang lebih tinggi karena nilai tukar rupiah yang melemah.



Kesimpulan

Prediksi dolar AS menembus Rp 18.000 menjadi perhatian pelaku pasar karena level tersebut dianggap sebagai batas psikologis penting bagi pergerakan rupiah.

Tekanan dari faktor global, penguatan dolar AS, hingga tantangan struktural ekonomi domestik menjadi penyebab utama pelemahan mata uang Garuda. Jika level Rp 18.000 terlampaui, sejumlah analis memperkirakan rupiah masih berpotensi bergerak menuju Rp 18.200 bahkan lebih tinggi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan