Ramadhan 1447 H yang sedang berjalan menjadi kesempatan emas bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, termasuk doa dan zikir.
Bulan suci ini dikenal sebagai waktu penuh ampunan dan rahmat, sehingga setiap doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan Allah SWT.
Selain menahan lapar dan dahaga, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa-doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis.
Dilansir dari laman el.iti.ac.id. Berikut rangkuman doa dan bacaan yang dianjurkan selama Ramadhan 1447 H, lengkap dengan adab serta waktu terbaik untuk memanjatkannya.
Adab Berdoa kepada Allah SWT
Sebelum memanjatkan doa, terdapat beberapa adab yang perlu diperhatikan agar doa lebih khusyuk dan penuh pengharapan.
1. Yakin Doa Akan Dikabulkan
Seorang Muslim dianjurkan berprasangka baik kepada Allah SWT.
Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa Allah mengikuti prasangka hamba-Nya dan selalu menyertainya ketika berdoa.
2. Rendah Hati dan Penuh Harap
Berdoalah dengan suara lembut, rasa takut, dan penuh harapan.
Sikap ini mencerminkan ketundukan seorang hamba kepada Tuhannya.
3. Memulai dengan Hamdalah dan Shalawat
Doa sebaiknya diawali dengan pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam hadis riwayat Muhammad disebutkan bahwa doa akan tertahan hingga dibacakan shalawat.
4. Memperhatikan Waktu Mustajab
Ada beberapa waktu yang diyakini sebagai waktu ijabah (mustajab), terutama di bulan Ramadhan :
- Saat berpuasa hingga waktu berbuka
- Sepertiga malam terakhir
- Setelah salat fardhu
- Dalam keadaan lapang dan tenang
- Ketika sujud
Hadis-hadis tentang waktu mustajab ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim serta kitab hadis lainnya.
Doa-Doa yang Dianjurkan di Bulan Ramadhan
1. Doa Setelah Salat Tarawih
Salah satu doa yang sering dibaca setelah tarawih adalah permohonan ridha, surga, dan perlindungan dari neraka, serta memohon ampunan bagi diri sendiri, orang tua, dan seluruh kaum Muslimin.
2. Doa Setelah Salat Witir
Setelah witir, dianjurkan membaca:
“Subhaanal malikil qudduus” (dibaca tiga kali)
Kemudian dilanjutkan doa perlindungan dari murka Allah dan permohonan ampunan sebagaimana diriwayatkan dalam hadis sahih.
3. Doa Malam Lailatul Qadar
Pada malam Lailatul Qadar, doa yang sangat dianjurkan adalah:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.”
Artinya, memohon ampunan kepada Allah yang Maha Pemaaf. Malam Lailatul Qadar diyakini terjadi pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan, dengan pendapat yang masyhur pada malam ke-27.
4. Doa Berbuka Puasa
Doa berbuka yang populer dibaca umat Islam adalah ungkapan syukur atas nikmat berbuka serta harapan diterimanya pahala puasa.
5. Doa Setelah Salat Jumat
Selain itu, terdapat anjuran membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tujuh kali setelah salat Jumat sebagai bentuk perlindungan dari keburukan hingga Jumat berikutnya.
Kesimpulan
Ramadhan 1447 H adalah momentum terbaik untuk memperbanyak doa dan memperbaiki kualitas ibadah.
Tidak hanya memperhatikan bacaan doa, umat Islam juga perlu memahami adab serta waktu-waktu mustajab agar doa lebih bermakna dan penuh kekhusyukan.
Dengan mengamalkan doa setelah tarawih, witir, saat berbuka, hingga pada malam Lailatul Qadar, seorang Muslim dapat memaksimalkan keberkahan bulan suci ini.
Ramadhan bukan sekadar menahan diri, tetapi juga melatih kedekatan spiritual dengan Allah SWT melalui doa yang tulus dan penuh harap.
Sumber: https://el.iti.ac.id/

Komentar