Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara cek desil DTSEN BPS 2026 untuk memastikan apakah mereka memenuhi syarat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) tahun 2026.
Padahal, data desil ekonomi menjadi acuan utama pemerintah dalam menentukan penerima bansos agar penyalurannya tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi ekonomi rumah tangga.
Tidak sedikit warga yang merasa layak menerima bantuan, namun namanya tidak tercantum sebagai penerima. Umumnya, hal ini disebabkan karena status ekonomi keluarga tercatat berada pada desil menengah atau desil mampu, sehingga tidak termasuk dalam kelompok prioritas bansos.
Melalui integrasi data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam sistem Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), pemerintah kini membuka akses yang lebih transparan. Masyarakat dapat mengecek sendiri posisi tingkat kesejahteraan keluarganya secara mandiri.
Artikel ini mengulas secara lengkap panduan cek desil DTSEN BPS 2026, cara verifikasi NIK KTP, serta langkah yang dapat ditempuh jika data yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.
[tocer settings_id=99]
Pengertian Desil DTSEN
Desil DTSEN merupakan pengelompokan rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang dibagi ke dalam 10 kelompok, mulai dari Desil 1 hingga Desil 10.
- Desil 1 menunjukkan kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rendah
- Desil 10 mencerminkan kelompok masyarakat paling mampu
Dalam kebijakan bantuan sosial, Desil 1 hingga Desil 4 ditetapkan sebagai kelompok prioritas penerima berbagai program bansos pemerintah.
Bagi pemerintah, data desil berfungsi sebagai filter otomatis untuk menentukan kelayakan penerima bantuan sosial.
Pembagian Desil Penerima Bansos
Dalam penyaluran bansos, pemerintah mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang dikenal dengan istilah desil. Pembagian ini menjadi dasar utama penentuan prioritas penerima bantuan agar tepat sasaran.
Berikut pembagian desil penerima bansos beserta jenis bantuan yang umumnya diterima:
- Desil 1: Sangat miskin, prioritas PKH, BPNT, PBI JKN, KIP, dan bantuan pangan
- Desil 2: Miskin, prioritas PKH, BPNT, PBI JKN, dan subsidi listrik
- Desil 3–4: Rentan miskin, berpeluang menerima bantuan terbatas
- Desil 5–10: Kelompok menengah hingga mampu, umumnya tidak menerima bansos rutin
Perlu diketahui, data desil bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai hasil pendataan ekonomi terbaru. Oleh karena itu, masyarakat disarankan rutin melakukan cek desil DTSEN BPS.
Cara Cek Desil DTSEN BPS 2026 Online Pakai NIK KTP
Untuk mengetahui posisi ekonomi keluarga dan peluang menerima bansos 2026, ikuti langkah berikut:
- Siapkan KTP dan KK terbaru
- Akses portal resmi DTSEN atau Regsosek melalui HP atau laptop
- Pilih menu Cek Status Regsosek
- Masukkan NIK KTP kepala keluarga dan kode captcha
- Klik tombol Cari/Submit
Sistem akan menampilkan hasil desil atau persentil ekonomi keluarga.
Disarankan menggunakan koneksi internet yang stabil karena trafik akses biasanya meningkat menjelang jadwal pencairan bansos.
Cara Cek NIK KTP Terdaftar Bansos PKH dan BPNT 2026
Selain data desil BPS, penetapan penerima bansos resmi tetap mengacu pada DTKS/DTSEN Kemensos. Berikut langkah pengecekan:
- Kunjungi situs cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih wilayah domisili sesuai KTP
- Masukkan nama lengkap penerima dan kode verifikasi
- Klik Cari Data
- Periksa status penerima pada kolom PKH atau BPNT
Jika NIK sudah masuk Desil 1 atau Desil 2 tetapi belum terdaftar sebagai penerima bansos, segera lakukan konfirmasi ke pendamping sosial, kantor desa, atau kelurahan.
Penyebab Data Desil Tidak Sesuai
BPS menggunakan metode Proxy Means Testing (PMT) untuk menilai tingkat kesejahteraan berdasarkan kondisi rumah, kepemilikan aset, serta fasilitas rumah tangga.
Sebagai contoh, rumah permanen atau kepemilikan aset tertentu dapat menaikkan skor ekonomi, meskipun penghasilan keluarga sebenarnya tergolong rendah.
Jika terjadi ketidaksesuaian data, masyarakat dapat mengajukan sanggahan desil melalui:
- Musyawarah desa atau kelurahan
- Fitur Usul dan Sanggah di aplikasi Cek Bansos
Pengajuan sanggahan harus disertai bukti pendukung, seperti kondisi rumah dan lingkungan, agar data ekonomi dapat diperbarui sesuai fakta lapangan.
Jadwal Pencairan Bansos 2026
Penyaluran bantuan sosial tahun 2026 dilakukan secara bertahap melalui Bank Himbara atau PT Pos Indonesia, dengan perkiraan jadwal:
- Tahap 1: Januari – Maret
- Tahap 2: April – Juni
- Tahap 3: Juli – September
- Tahap 4: Oktober – Desember
Pastikan KKS aktif, data kependudukan valid, dan rekening tidak bermasalah agar pencairan bansos berjalan lancar.
Kesimpulan
Melakukan cek desil DTSEN BPS 2026 menggunakan NIK KTP sangat penting untuk memastikan kelayakan menerima bantuan sosial tahun 2026.
Data desil mencerminkan kondisi ekonomi keluarga, sementara DTSEN Kemensos menjadi dasar resmi penetapan penerima bansos.
Masyarakat disarankan rutin memantau data, memperbarui dokumen kependudukan, serta segera mengajukan sanggahan jika ditemukan ketidaksesuaian. Dengan pemahaman yang baik, penyaluran bansos dapat berlangsung lebih adil, transparan, dan tepat sasaran.










