Bulan suci Ramadan segera tiba. Momen istimewa ini selalu dinantikan umat Islam karena menjadi kesempatan untuk meningkatkan ibadah, memperbaiki diri, serta meraih pahala sebanyak-banyaknya. Salah satu ibadah utama di bulan penuh berkah ini adalah puasa Ramadan yang hukumnya wajib.
Namun, puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus. Ada rukun puasa dan syarat wajib puasa Ramadan yang harus dipenuhi agar ibadah yang dijalankan sah sesuai syariat Islam. Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Puasa Ramadan?
Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib yang termasuk rukun Islam keempat. Kewajiban ini berlaku bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu, seperti baligh, berakal sehat, dan mampu menjalankannya.
Agar puasa sah dan diterima, umat Islam wajib memahami rukun serta syarat-syaratnya.
Rukun Puasa Ramadan
Dilansir dari brainacademy.id, rukun puasa adalah unsur utama yang harus ada dalam pelaksanaan puasa. Jika salah satu rukun tidak terpenuhi, maka puasa bisa dianggap batal atau tidak sah.
Secara umum, terdapat dua rukun puasa Ramadan:
Baca Juga : Apa Boleh Puasa Ramadhan tapi Belum Mandi Wajib? Ini Penjelasannya
1. Niat
Niat menjadi rukun pertama dan paling mendasar dalam puasa. Niat menegaskan bahwa ibadah yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT.
Dalam mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadan harus dilakukan setiap malam sebelum terbit fajar. Sementara menurut mazhab Maliki, niat untuk satu bulan penuh di awal Ramadan sudah dianggap sah.
Bacaan niat puasa Ramadan harian:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.
2. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan
Rukun kedua adalah menahan diri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Hal-hal yang membatalkan puasa antara lain:
- Makan dan minum dengan sengaja
- Muntah disengaja
- Merokok
- Hubungan suami istri di siang hari
Selain itu, umat Islam juga dianjurkan menjaga lisan dan perbuatan dari dusta, ghibah, dan perilaku buruk.
Sebagaimana hadis riwayat Muhammad dalam Sahih Bukhari menyebutkan bahwa Allah tidak membutuhkan rasa lapar dan haus seseorang jika ia tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk.
Baca Juga : Tata Cara Shalat Tarawih 11 Rakaat (4-4-3) Lengkap dengan Niat dan Penjelasannya
Syarat Wajib Puasa Ramadan
Selain rukun, ada beberapa syarat wajib puasa Ramadan yang harus dipenuhi sebelum seseorang diwajibkan berpuasa.
1. Beragama Islam
Puasa Ramadan hanya diwajibkan bagi umat Islam karena merupakan bagian dari rukun Islam.
2. Baligh (Dewasa)
Seseorang diwajibkan berpuasa setelah mencapai usia baligh atau dewasa, yang ditandai dengan mimpi basah bagi laki-laki dan haid bagi perempuan. Anak-anak yang belum baligh belum wajib berpuasa, tetapi boleh dilatih secara bertahap.
3. Berakal Sehat
Puasa hanya diwajibkan bagi orang yang berakal sehat. Mereka yang mengalami gangguan jiwa berat, pingsan berkepanjangan, atau kehilangan kesadaran tidak diwajibkan berpuasa.
Baca Juga : Kapan Libur Lebaran 2026? Ini Jadwal Lengkap untuk Sekolah, ASN, dan Pekerja Swasta
4. Mampu Menjalankan Puasa
Orang yang sakit, lanjut usia, ibu hamil, ibu menyusui, atau kondisi lain yang dapat membahayakan kesehatan diperbolehkan tidak berpuasa. Kewajiban tersebut bisa diganti dengan qadha atau membayar fidyah sesuai ketentuan.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 185 tentang keringanan bagi orang sakit dan musafir.
5. Tidak Sedang Musafir
Musafir atau orang yang melakukan perjalanan jauh (sekitar 80–90 km atau lebih) diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain.
Baca Juga : Niat Puasa Ramadhan dan Doa Sahur yang Dianjurkan Rasulullah SAW
6. Tidak dalam Keadaan Haid atau Nifas
Perempuan yang sedang haid atau nifas tidak diperbolehkan berpuasa. Puasa yang ditinggalkan wajib diganti setelah Ramadan.
Kesimpulan
Memahami rukun dan syarat wajib puasa Ramadan sangat penting agar ibadah yang dijalankan sah sesuai syariat Islam.
Rukun puasa terdiri dari niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan, sedangkan syarat wajib mencakup Islam, baligh, berakal sehat, mampu, tidak musafir, serta tidak haid atau nifas.
Dengan menjalankan puasa sesuai ketentuan, ibadah Ramadan akan lebih bermakna dan diterima oleh Allah SWT. Jangan lupa menjaga pola makan saat sahur dan berbuka agar tubuh tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.
Sumber : brainacademy.id

Komentar