Berita
Beranda / Berita / Tradisi Bubur Kanji Sejak 1996, Warisan Ramadan di Masjid Aceh Sepakat

Tradisi Bubur Kanji Sejak 1996, Warisan Ramadan di Masjid Aceh Sepakat

Tradisi bubur kanji rumbi menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan di Masjid Raya Aceh Sepakat. Menu berbuka khas Aceh ini ternyata sudah dihadirkan sejak tahun 1996 dan terus dilestarikan hingga kini.

Salah satu Ketua Badan Kenaziran dan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Raya Aceh Sepakat, Haji Eddy Miswar, menjelaskan bahwa tradisi tersebut telah dimulai sejak generasi sebelumnya.

“Oh, sejarahnya memang sejak dari zaman orang tua kita dulu, ya mungkin sekitar tahun 1996, itu penganan kanji ini sudah dari sejak tahun itu dan hingga sampai sekarang,” ujarnya kepada wartawan, Senin (23/02/2026).



Ia menegaskan bahwa kegiatan berbagi bubur ini memang menjadi kebiasaan masyarakat Aceh, khususnya yang tergabung dalam komunitas Aceh Sepakat.

“Ya, mungkin karena masyarakat Aceh ya pada umumnya, khususnya,” katanya.

Untuk bahan dasar bubur kanji, Eddy menyebut menggunakan racikan khas Aceh dengan rempah pilihan.

“Ya pertamanya beras, santan, ada biji apa itu, ayam, ada bumbu rempah-rempah lah, khususnya dari Aceh kita kirim,” jelasnya.

Proses memasaknya pun tidak singkat. Bubur dimasak menggunakan mesin racikan khusus yang dibuat sendiri oleh pengurus masjid.

“Ya ini mesin ini memang kita buat sendiri,” ungkap Eddy.



“Sudah, sudah lama. Mengadakan tahun 1996 kita mulai. 1996 kita mulai bubur ini, Pak.”

Biasanya, setiap Ramadan masjid ini melayani ribuan jamaah untuk berbuka puasa.

“Padahal biasanya, setiap sore 1.000 sampai 1.500 orang berbuka di sini dengan kuah beulangong. Masaknya sekitar 2,5 sampai 3 jam. Rempahnya sangat khas, lebih terasa cita rasa Aceh. Biasanya 500 porsi habis untuk jemaah di sini, sisanya kita bagikan kepada masyarakat sekitar dan para musafir yang datang,” tuturnya.

Tradisi ini bukan sekadar berbagi makanan, melainkan juga menjaga identitas budaya Aceh di perantauan serta mempererat silaturahmi antarjamaah.



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan