Informasi
Beranda / Informasi / Tata Cara Salat Idul Fitri di Lapangan Terbuka Sesuai Sunnah

Tata Cara Salat Idul Fitri di Lapangan Terbuka Sesuai Sunnah

Dalam kondisi normal, salat Idul Fitri dianjurkan untuk dilaksanakan di lapangan atau area terbuka yang dekat dengan lingkungan tempat tinggal.

Hal ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw yang mencontohkan pelaksanaan salat Id di tanah lapang (mushala).

Bagi warga Muhammadiyah, pelaksanaan salat Id di lapangan menjadi bentuk menghidupkan sunnah sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah dalam suasana hari raya.



Anjuran Salat Id di Lapangan

Dalam pandangan Muhammadiyah, salat Idul Fitri sangat dianjurkan dilaksanakan di tempat terbuka seperti lapangan, bukan di dalam masjid, selama kondisi memungkinkan. Hal ini merujuk pada praktik Rasulullah saw yang selalu melaksanakan salat Id di tanah lapang bersama para sahabat.

Lapangan memberikan ruang yang lebih luas sehingga dapat menampung jamaah dalam jumlah besar dan menciptakan suasana kebersamaan yang lebih terasa.

Berikut panduan lengkap tata cara salat Idul Fitri di lapangan berdasarkan hadis dan tuntunan Muhammadiyah:

1. Dianjurkan Salat Id di Lapangan Terbuka

Apabila tidak ada halangan, pelaksanaan salat Id sebaiknya dilakukan di lapangan. Rasulullah saw biasa keluar menuju tanah lapang untuk melaksanakan salat Id, kemudian menyampaikan khutbah kepada para jamaah setelah salat selesai.



2. Tanpa Adzan dan Iqamah

Salat Idul Fitri tidak diawali dengan adzan maupun iqamah. Tidak ada seruan khusus sebagaimana salat fardhu. Jamaah cukup berkumpul, lalu salat dimulai saat imam telah hadir.

3. Tidak Ada Salat Sunnah Sebelum dan Sesudah

Tidak disyariatkan melaksanakan salat sunnah sebelum maupun setelah salat Idul Fitri. Rasulullah saw langsung melaksanakan salat dua rakaat tanpa didahului atau diakhiri dengan salat sunnah.

4. Menggunakan Sutrah (Pembatas) untuk Imam

Disunnahkan bagi imam untuk menggunakan sutrah atau pembatas di depannya saat memimpin salat. Hal ini bertujuan menjaga kekhusyukan dan menjadi tanda batas area salat.

5. Jumlah Rakaat dan Takbir Salat Id

Salat Idul Fitri dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan ketentuan:

  • Rakaat pertama: takbir sebanyak 7 kali sebelum membaca Al-Fatihah
  • Rakaat kedua: takbir sebanyak 5 kali sebelum membaca Al-Fatihah

Tidak ada bacaan khusus di antara takbir-takbir tersebut.

6. Bacaan Surat yang Dianjurkan

Dalam pelaksanaan salat Id, imam dianjurkan membaca:

  • Rakaat pertama: Surat Al-A’la
  • Rakaat kedua: Surat Al-Ghasyiyah

Alternatif lainnya:

  • Rakaat pertama: Surat Qaf
  • Rakaat kedua: Surat Al-Qamar



7. Khutbah Id Setelah Salat

Setelah salat selesai, dilanjutkan dengan khutbah Idul Fitri. Khutbah berisi nasihat, ajakan untuk berbuat kebaikan, serta penguatan nilai-nilai keimanan. Khutbah dimulai dengan pujian kepada Allah (alhamdulillah).

Kesimpulan

Salat Idul Fitri di lapangan merupakan sunnah yang sangat dianjurkan karena mengikuti praktik Rasulullah saw. Pelaksanaannya sederhana, tanpa adzan dan iqamah, terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir, serta diakhiri dengan khutbah yang penuh nasihat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan