Tanda orang yang mendapatkan Lailatul Qadar menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menjadi pembahasan menarik bagi umat Islam yang ingin meraih kemuliaan malam penuh berkah tersebut.
Lailatul Qadar merupakan malam istimewa yang disebut dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surah Al-Qadr ayat 2: “Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?”
Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ungkapan tanya retoris dalam ayat tersebut menunjukkan betapa agung dan dahsyatnya peristiwa Lailatul Qadar.
Malam ini adalah anugerah khusus dari Allah SWT bagi umat Nabi Muhammad SAW, yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya. Mayoritas ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar hadir setiap tahun di bulan Ramadan.
Keutamaan Lailatul Qadar dan Anjuran Menghidupkan 10 Malam Terakhir
Lailatul Qadar diberikan sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat Islam yang memiliki usia relatif lebih singkat dibandingkan umat terdahulu. Ibadah pada malam tersebut setara dengan ibadah selama 1.000 bulan atau sekitar 83 tahun lebih.
Karena itu, Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan. Dalam hadits riwayat Bukhari disebutkan bahwa ketika memasuki sepuluh hari terakhir, beliau semakin bersungguh-sungguh dalam beribadah, menghidupkan malam, dan membangunkan keluarganya.
Rasulullah SAW juga bersabda agar umat Islam mencari Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, yakni malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Tanda Orang yang Mendapatkan Lailatul Qadar
Dilansir dari jombang.nu.or.id menurut ulama sufi besar, Abdul Qadir al-Jailani, terdapat tanda khusus bagi orang yang benar-benar mendapatkan Lailatul Qadar.
Dalam kitab Al-Ghunyah li Thalibi Thariqil Haqq, beliau menjelaskan bahwa salah satu tanda utama adalah mendapatkan salam dan berjabat tangan dengan malaikat Jibril AS saat malam tersebut.
Beliau menyebutkan bahwa ketika malaikat Jibril turun pada malam Lailatul Qadar, ia tidak meninggalkan seorang hamba pun kecuali memberikan salam dan berjabat tangan. Lalu, bagaimana tanda seseorang menerima salam tersebut?
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menjelaskan tiga ciri orang yang mendapatkan Lailatul Qadar:
1. Kulit Merinding atau Gemetar
Gemetarnya kulit menjadi tanda bahwa seseorang telah mendapatkan sentuhan spiritual dari malaikat Jibril. Sensasi ini bukan sekadar perasaan biasa, melainkan getaran ruhani yang mendalam.
2. Hati Menjadi Lembut
Tanda berikutnya adalah hati yang terasa lebih lembut dan mudah tersentuh. Seseorang menjadi lebih bijaksana, arif, serta dipenuhi cahaya (nur) dari Allah SWT. Ia lebih mudah menerima nasihat dan terdorong untuk berbuat kebaikan.
3. Air Mata Mengalir karena Takut dan Bahagia
Ciri terakhir adalah mata yang bercucuran air mata. Tangisan ini lahir dari rasa haru dan bahagia karena mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar, sekaligus rasa takut (khauf) kepada Allah SWT yang semakin kuat.
Kesimpulan
Tanda orang yang mendapatkan Lailatul Qadar menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani meliputi kulit yang gemetar, hati yang menjadi lembut, serta air mata yang mengalir karena rasa haru dan ketakwaan.
Tanda-tanda tersebut merupakan pengalaman spiritual yang dirasakan oleh hamba yang benar-benar meraih kemuliaan malam tersebut.
Meski demikian, yang paling utama adalah memperbanyak ibadah di sepuluh malam terakhir Ramadan dengan penuh keikhlasan.
Karena pada hakikatnya, Lailatul Qadar adalah anugerah Allah SWT yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam mencari ridha-Nya.
Sumber : https://jombang.nu.or.id

Komentar