Informasi
Beranda / Informasi / Kapan Baca Doa Qunut Saat Tarawih? Ini Penjelasan Simpelnya!

Kapan Baca Doa Qunut Saat Tarawih? Ini Penjelasan Simpelnya!

Kapan Baca Doa Qunut Saat Tarawih? Ini Penjelasan Simpelnya!

Bulan Ramadan selalu identik dengan ibadah malam yang istimewa, salah satunya salat tarawih. Di tengah suasana masjid yang penuh dan lantunan ayat suci yang menenangkan, tak jarang kita mendengar imam membaca doa qunut pada rakaat terakhir.

Namun, sebagian orang masih bertanya-tanya: sebenarnya kapan doa qunut dibaca saat tarawih? Apakah setiap malam, atau hanya pada waktu tertentu?

Perbedaan praktik ini sering membuat bingung, apalagi bagi yang baru mulai rutin mengikuti tarawih berjamaah. Supaya tidak ragu lagi, mari kita bahas dengan penjelasan yang sederhana dan mudah dipahami.



Apa Itu Doa Qunut?

Doa qunut adalah doa yang dibaca dalam posisi berdiri setelah rukuk pada rakaat tertentu dalam salat. Dalam praktik sehari-hari, sebagian umat Muslim di Indonesia sudah terbiasa membaca qunut saat salat Subuh.

Dalam konteks Ramadan, doa qunut sering dikaitkan dengan salat Witir yang dikerjakan setelah tarawih. Salat Witir sendiri merupakan penutup salat malam yang jumlah rakaatnya ganjil.

Kapan Doa Qunut Dibaca Saat Tarawih?

Perlu dipahami bahwa doa qunut umumnya tidak dibaca pada setiap rakaat salat tarawih. Qunut lebih sering dibaca pada salat Witir, khususnya pada rakaat terakhir.

Dalam praktik yang mengikuti pendapat mazhab Syafi’i yang banyak dianut di Indonesia doa qunut biasanya dibaca pada rakaat terakhir salat Witir setelah rukuk, terutama pada pertengahan hingga akhir Ramadan.



Baca Juga : Doa Qunut Subuh: Arab, Latin, dan Artinya Lengkap

Hal ini merujuk pada praktik yang dinisbatkan kepada para sahabat Nabi Muhammad SAW dan pendapat ulama dalam mazhab Syafi’i. Salah satu tokoh penting dalam mazhab ini adalah Imam Syafi’i yang pendapatnya banyak diikuti oleh umat Islam di Asia Tenggara.

Namun, dalam mazhab lain seperti yang dinisbatkan kepada Imam Abu Hanifah, doa qunut Witir bisa dibaca sepanjang tahun, tidak hanya di bulan Ramadan.

Sementara itu, sebagian ulama dalam mazhab yang dinisbatkan kepada Imam Malik memiliki pandangan yang berbeda terkait qunut dalam Witir. Artinya, perbedaan praktik ini adalah hal yang wajar dalam khazanah fikih Islam.

Di banyak masjid di Indonesia, doa qunut biasanya dibaca pada rakaat terakhir Witir mulai malam ke-15 Ramadan hingga akhir bulan. Posisi membacanya adalah setelah rukuk, ketika berdiri sebelum sujud.

Imam akan mengangkat tangan dan membaca doa qunut dengan suara yang terdengar oleh makmum. Sementara itu, jamaah mengaminkan doa tersebut.

Namun, ada juga masjid yang membaca qunut sejak awal Ramadan, bahkan ada yang tidak membacanya sama sekali. Semua kembali pada kebijakan imam dan pengurus masjid setempat, sesuai dengan pemahaman fikih yang dianut.



Baca Juga : Jadwal Libur Lebaran 2026 Resmi: Rincian Libur Sekolah, ASN, dan Pegawai Swasta

Bagaimana Jika Tidak Membaca Qunut?

Pertanyaan lain yang sering muncul adalah: apakah salat Witir sah jika tidak membaca qunut?

Jawabannya, salat tetap sah. Doa qunut dalam Witir hukumnya sunnah menurut mayoritas ulama, bukan rukun atau kewajiban. Artinya, jika ditinggalkan, salat tidak batal.

Karena itu, tidak perlu memperdebatkan perbedaan praktik. Justru sikap saling menghormati menjadi bagian penting dalam menjaga ukhuwah.

Lafal Doa Qunut yang Umum Dibaca

Secara umum, doa qunut yang dibaca di Indonesia merujuk pada doa yang diajarkan dalam hadis. Bacaan tersebut biasanya dimulai dengan:

Allahummahdinii fiiman hadait, wa ‘aafinii fiiman ‘aafait…

Doa ini berisi permohonan petunjuk, keselamatan, keberkahan, dan perlindungan dari keburukan takdir.



Baca Juga : Apa Boleh Puasa Ramadhan tapi Belum Mandi Wajib? Ini Penjelasannya

Sikap Terbaik Saat Menghadapi Perbedaan

Dalam hal ibadah yang memiliki perbedaan pendapat, penting untuk memahami bahwa semua memiliki dasar dalil masing-masing. Jika mengikuti imam yang membaca qunut, maka kita ikut mengaminkan. Jika imam tidak membaca qunut, tidak perlu memaksakan diri membacanya sendiri secara berbeda.

Rasulullah sendiri menekankan pentingnya mengikuti imam dalam salat berjamaah agar tercipta kesatuan dan ketertiban.

Kesimpulan

Doa qunut saat tarawih umumnya dibaca pada rakaat terakhir salat Witir, terutama di pertengahan hingga akhir Ramadan, sesuai praktik yang banyak dianut di Indonesia. Namun, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai waktu dan kebiasaannya.



Yang terpenting, qunut dalam Witir bersifat sunnah, sehingga salat tetap sah meskipun tidak dibaca. Sikap saling menghargai perbedaan dan tetap fokus pada kekhusyukan ibadah adalah hal yang lebih utama.

Semoga penjelasan sederhana ini membantu kamu lebih tenang dan mantap saat menjalankan ibadah tarawih di bulan Ramadan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan