Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 1 April 2026, berhasil ditutup menguat signifikan. Indeks naik 136,2 poin atau 1,93 persen ke level 7.184,4.
Aktivitas perdagangan juga terbilang ramai dengan total nilai transaksi mencapai Rp16,42 triliun. Tercatat sebanyak 494 saham menguat, 224 saham melemah, dan 240 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan mencapai 29,9 miliar saham dengan frekuensi transaksi sekitar 1,98 juta kali.
Mayoritas Sektor Menguat
Penguatan IHSG didorong oleh kinerja positif hampir seluruh sektor. Sektor perindustrian mencatat kenaikan tertinggi sebesar 6,1 persen.
Selain itu, sektor barang konsumen primer naik 5,2 persen, sektor bahan baku 3,5 persen, sektor infrastruktur 3,01 persen, serta sektor energi 2,1 persen. Sektor transportasi, teknologi, properti, dan barang konsumen non-primer juga ikut menguat dengan kenaikan bervariasi.
Sementara itu, sektor keuangan hanya naik tipis 0,17 persen. Berbeda dengan sektor lainnya, sektor kesehatan justru mengalami pelemahan sebesar 0,2 persen.
Sentimen Global dan Domestik Jadi Pendorong
Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, penguatan IHSG dipicu oleh rebound bursa saham Asia yang mengikuti reli Wall Street. Optimisme pasar meningkat seiring harapan meredanya konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Sentimen positif juga diperkuat oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan penghentian keterlibatan militer dalam beberapa minggu ke depan. Dari sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga dikabarkan membuka peluang penyelesaian konflik dengan syarat tertentu.
Dari dalam negeri, kondisi ekonomi Indonesia dinilai masih cukup solid. Meski indeks PMI manufaktur turun ke level 50,1 pada Maret 2026, angka tersebut masih berada di zona ekspansi. Selain itu, surplus neraca perdagangan sebesar US$1,28 miliar turut menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional.
5 Saham Top Gainer, Cuan Hingga 27%
Di tengah penguatan IHSG, terdapat lima saham yang mencatatkan kenaikan paling tinggi hingga lebih dari 24 persen dalam sehari.
Saham PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) memimpin dengan lonjakan 27,93 persen ke Rp142. Disusul PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) yang naik 25 persen ke Rp725, serta PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) yang menguat 24,86 persen ke Rp1.155.
Selanjutnya, saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) naik 24,76 persen ke Rp131, dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) meningkat 24,7 persen ke Rp414.
Daftar Saham Top Loser
Di sisi lain, sejumlah saham mengalami penurunan tajam. Saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) turun 14,95 persen ke Rp2.560. PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) melemah 14,86 persen ke Rp189, dan PT Weha Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) turun 14,84 persen ke Rp132.
Selain itu, saham PT Tunas Alfin Tbk (TALF) terkoreksi 14,59 persen ke Rp790, serta PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) turun 14,4 persen ke Rp535.
Kesimpulan
IHSG mencatatkan penguatan signifikan di awal April 2026, didorong sentimen global dan domestik yang positif. Di tengah reli pasar, sejumlah saham berhasil memberikan cuan besar hingga di atas 25 persen, meski masih ada beberapa saham yang mengalami tekanan tajam.
Kondisi ini menunjukkan peluang tetap terbuka bagi investor, namun tetap perlu mencermati volatilitas pasar dan memilih saham dengan strategi yang tepat.
Sumber: nvestor.id

Komentar