Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan terbaru. Pergerakan indeks cenderung fluktuatif namun mengarah ke pelemahan, seiring berbagai sentimen global dan domestik yang memengaruhi pasar.
Analis dari CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG bergerak dalam rentang support di level 7.590–7.535 dan resistance pada kisaran 7.705–7.760.
Sentimen Global yang Mempengaruhi
- Wall Street melemah tipis akibat konflik geopolitik AS–Iran.
- Presiden Donald Trump mengumumkan penangkapan kapal kargo Iran di Teluk Oman.
- Ancaman tambahan: penghancuran infrastruktur Iran jika kesepakatan damai gagal.
- Iran menolak melanjutkan perundingan tahap kedua di Pakistan.
Sentimen Positif dari Komoditas
- Harga mayoritas komoditas naik, memberi peluang menjadi penopang IHSG.
- Komoditas seperti emas dan energi berpotensi menarik minat investor.
Rekomendasi Saham Andalan
CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan 6 saham untuk trading:
- TAPG (Tunas Agro Persada Group)
- DSNG (Dharma Satya Nusantara)
- BRMS (Bumi Resources Minerals)
- PSAB (J Resources Asia Pasifik)
- HRTA (Hartadinata Abadi)
- ENRG (Energi Mega Persada)
Strategi Investor
- Fokus pada saham komoditas yang diuntungkan oleh kenaikan harga global.
- Waspadai volatilitas pasar akibat ketegangan geopolitik.
- Gunakan level support–resistance sebagai acuan entry dan exit.
Kesimpulan
Meski IHSG berpotensi melemah, peluang cuan tetap terbuka melalui saham-saham pilihan di sektor komoditas dan energi. Investor disarankan untuk memantau sentimen global dan mengatur strategi trading dengan disiplin agar tetap bisa meraih keuntungan.
Sumber : https://investor.id










