Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam usai Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan baru terkait tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA). Setelah sempat menguat lebih dari 1 persen, IHSG berbalik arah dan anjlok lebih dari 2 persen pada perdagangan Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan data perdagangan, IHSG turun 2,25 persen ke level 6.227,41 pada pukul 11.19 WIB. Sebelumnya, indeks saham sempat menyentuh level 6.459,55 sebelum pidato Prabowo disampaikan di Sidang Paripurna DPR RI.
Mayoritas Saham Melemah
Pelemahan IHSG terjadi seiring tekanan di hampir seluruh sektor saham. Tercatat sebanyak 548 saham turun, 135 saham menguat, dan 127 saham bergerak stagnan.
Sepanjang tahun 2026, IHSG tercatat telah melemah sekitar 27,64 persen.
Sektor basic industry menjadi yang paling tertekan dengan penurunan mencapai 5,75 persen. Beberapa saham emiten besar di sektor tersebut juga mengalami koreksi tajam.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun hingga auto reject bawah (ARB) sebesar 14,74 persen ke level Rp2.660 per saham. Selain itu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 7,31 persen, sedangkan saham PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) turun 7,26 persen.
Ekspor SDA Kini Wajib Melalui BUMN
Dalam pidatonya di DPR RI, Prabowo mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas SDA.
Kebijakan tersebut diterbitkan untuk memperkuat pengawasan dan pengelolaan ekspor komoditas strategis agar memberikan dampak lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Melalui aturan baru tersebut, ekspor komoditas SDA seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga ferro alloy diwajibkan dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah.
Prabowo menyebut langkah ini sebagai strategi pemerintah untuk memperbaiki tata kelola ekspor sumber daya alam Indonesia.
“Hari ini pemerintah RI yang saya pimpin menerbitkan PP tentang tata kelola ekspor sumber daya alam. Penertiban ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam kita,” ujar Prabowo dalam Sidang Paripurna DPR RI di Senayan, Jakarta.
Pasar Respons Negatif Kebijakan Baru
Kebijakan ekspor SDA melalui BUMN dinilai memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi perubahan mekanisme bisnis dan distribusi ekspor komoditas nasional.
Tekanan jual pun terjadi di sejumlah saham berbasis komoditas dan industri dasar yang selama ini memiliki keterkaitan kuat dengan aktivitas ekspor SDA.
Pelaku pasar kini menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai implementasi aturan baru tersebut serta dampaknya terhadap kinerja emiten dan iklim investasi di pasar modal Indonesia.
Penetup
Anjloknya IHSG usai pengumuman kebijakan ekspor SDA menunjukkan tingginya respons pasar terhadap arah regulasi pemerintah. Pelaku pasar kini menantikan kejelasan aturan teknis terkait mekanisme ekspor melalui BUMN serta dampaknya terhadap sektor industri dan kinerja perusahaan di Bursa Efek Indonesia.

Komentar