Saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA kembali menjadi sorotan pelaku pasar. Setelah sempat mengalami tekanan cukup dalam sejak awal tahun, saham bank swasta terbesar di Indonesia ini mulai diburu investor menyusul munculnya sejumlah sentimen positif yang dinilai mampu mendongkrak kinerja perseroan ke depan.
Pada perdagangan terbaru, saham BBCA tercatat mengalami penguatan seiring meningkatnya aksi beli investor asing. Nilai pembelian bersih atau net buy terhadap saham BBCA bahkan menjadi salah satu yang terbesar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia.
Fundamental BBCA Dinilai Masih Sangat Solid
Sejumlah analis menilai penurunan harga saham BBCA sebelumnya tidak sejalan dengan fundamental perusahaan yang tetap kuat. Sepanjang 2025, BBCA berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp57,5 triliun atau tumbuh sekitar 4,9% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut membuat banyak pihak optimistis bahwa BBCA masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar pada 2026. Bahkan, beberapa sekuritas memproyeksikan laba bersih BBCA tahun ini kembali meningkat hingga menembus Rp60 triliun.
Selain itu, kualitas aset BBCA juga dinilai lebih defensif dibanding bank besar lainnya. Hal ini membuat saham BBCA tetap menjadi pilihan utama investor jangka panjang di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif.
Dividen Jumbo Jadi Daya Tarik Investor
Sentimen positif lainnya datang dari kebijakan dividen BBCA. Dalam RUPS terbaru, perseroan menetapkan dividen tunai sebesar Rp336 per saham untuk tahun buku 2025.
Tak hanya itu, manajemen juga membuka peluang pembagian dividen interim hingga tiga kali dalam setahun pada 2026. Kebijakan ini dinilai menjadi kabar baik bagi investor karena berpotensi meningkatkan arus kas pemegang saham secara berkala.
Saham BBCA Berpotensi Rebound
Beberapa analis melihat saham BBCA saat ini berada di area valuasi menarik setelah terkoreksi cukup dalam. Bahkan ada pandangan bahwa kondisi tersebut membuka peluang rebound jika sentimen pasar mulai membaik.
BRI Danareksa Sekuritas misalnya masih mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga mencapai Rp10.900 per saham.
Di media sosial dan forum investor, banyak investor ritel juga mulai melihat BBCA sebagai saham unggulan jangka panjang karena stabilitas bisnis dan konsistensi pembagian dividen.
Kesimpulan
Munculnya aksi borong investor terhadap saham BBCA dipicu oleh kombinasi sejumlah sentimen positif, mulai dari fundamental perusahaan yang tetap kuat, proyeksi laba yang terus tumbuh, hingga pembagian dividen jumbo.
Meski pasar saham masih dibayangi ketidakpastian global, BBCA tetap dianggap sebagai salah satu saham defensif yang menarik untuk dikoleksi investor jangka panjang.

Komentar