Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Indonesia mengalami penyesuaian yang mulai berlaku sejak 1 Juni 2026. Perubahan harga terjadi pada beberapa produk non-subsidi, terutama jenis diesel dan bensin beroktan tinggi. Sementara itu, BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi masih dipertahankan pada harga sebelumnya.
Pertamax Turbo Naik, Dex Series Turun
Salah satu perubahan paling mencolok terjadi pada Pertamax Turbo (RON 98) yang mengalami kenaikan harga menjadi Rp20.750 per liter dari sebelumnya Rp19.900 per liter. Di sisi lain, produk diesel non-subsidi justru mengalami penurunan harga.
Dexlite kini dibanderol Rp23.000 per liter, turun dari Rp26.600 per liter. Sementara Pertamina Dex turun menjadi Rp24.800 per liter dari sebelumnya Rp27.900 per liter. Penyesuaian tersebut dilakukan mengikuti perkembangan harga energi global dan mekanisme evaluasi berkala yang berlaku.
Daftar Harga BBM Pertamina per 7 Juni 2026
Berikut harga BBM Pertamina yang berlaku saat ini:
- Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.300 per liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
- Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
- Dexlite: Rp23.000 per liter
- Pertamina Dex: Rp24.800 per liter
Harga BBM di SPBU Shell, BP-AKR, dan Vivo
Selain Pertamina, sejumlah operator SPBU swasta juga menerapkan harga terbaru untuk produk BBM mereka.
Untuk Shell, produk Shell V-Power Diesel dipasarkan dengan harga Rp24.490 per liter. Sementara BP-AKR menetapkan harga BP 92 sebesar Rp12.390 per liter, BP Ultimate Rp12.930 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp25.060 per liter.
Adapun Vivo menjual Revvo 92 seharga Rp12.390 per liter, sedangkan Diesel Primus dipasarkan Rp30.890 per liter.
Dampak Perubahan Harga BBM
Turunnya harga BBM diesel diperkirakan dapat membantu menekan biaya operasional sektor transportasi dan logistik. Sebaliknya, kenaikan harga Pertamax Turbo berpotensi meningkatkan pengeluaran pengguna kendaraan yang mengandalkan bahan bakar beroktan tinggi.
Perubahan harga ini menjadi perhatian bagi pelaku usaha maupun masyarakat karena dapat memengaruhi biaya distribusi barang dan mobilitas sehari-hari.
Kesimpulan
Per 7 Juni 2026, harga BBM di Indonesia menunjukkan tren yang beragam. Produk diesel non-subsidi mengalami penurunan harga cukup signifikan, sementara Pertamax Turbo justru naik. Di tengah perubahan tersebut, harga Pertalite, Solar subsidi, dan Pertamax masih tetap stabil sehingga tetap menjadi pilihan utama bagi sebagian besar masyarakat.

Komentar