Ekonomi Informasi
Beranda / Informasi / Deflasi Sumut Maret 2026 Capai 0,13%, Harga Cabai Merah Jadi Penyebab Utama

Deflasi Sumut Maret 2026 Capai 0,13%, Harga Cabai Merah Jadi Penyebab Utama

Sumatera Utara mencatat deflasi sebesar 0,13% pada Maret 2026, bertepatan dengan periode Ramadan hingga Lebaran. Penurunan ini dipicu oleh turunnya harga sejumlah komoditas, terutama cabai merah yang mengalami penurunan cukup tajam.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Asim Saputra, menyampaikan bahwa kondisi deflasi ini terjadi karena melimpahnya pasokan bahan pangan di pasaran selama momen hari besar keagamaan.



Harga Cabai Merah Jadi Penyumbang Deflasi Terbesar

Harga cabai merah yang berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp30.000 per kilogram menjadi faktor utama penyebab deflasi. Komoditas ini memberikan andil deflasi paling besar, yakni mencapai 0,19%.

Menurut Asim, ketersediaan stok cabai merah yang melimpah sepanjang Maret 2026 membuat harga turun signifikan, sehingga berdampak langsung terhadap penurunan indeks harga konsumen di Sumatera Utara.

Komoditas Lain Turut Menyumbang Penurunan Harga

Selain cabai merah, beberapa komoditas lain juga ikut mendorong deflasi. Tomat memberikan andil sebesar 0,13%, diikuti cabai rawit 0,09%, emas perhiasan 0,07%, dan bawang merah sebesar 0,05%.

Penurunan harga pada berbagai komoditas ini menunjukkan bahwa sektor makanan dan bahan pokok memiliki pengaruh besar terhadap kondisi inflasi di daerah.



Sejumlah Komoditas Alami Inflasi

Di tengah tren deflasi, terdapat beberapa komoditas yang justru mengalami kenaikan harga. Ikan dencis mencatat andil inflasi sebesar 0,06%, ikan kembung dan udang basah masing-masing 0,04%, bensin 0,03%, serta ikan lele sebesar 0,02%.

Kenaikan harga ini menunjukkan adanya tekanan pada sektor tertentu meskipun secara keseluruhan wilayah mengalami deflasi.

Seluruh Wilayah Sumut Alami Deflasi

Seluruh kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara dilaporkan mengalami deflasi. Kabupaten Labuhanbatu menjadi wilayah dengan penurunan terdalam sebesar 0,57%.

Sementara itu, Gunungsitoli mengalami deflasi 0,43%, Karo 0,38%, Deli Serdang 0,26%, Sibolga 0,20%, serta Kota Medan dan Padangsidimpuan masing-masing mencatat deflasi tipis sebesar 0,01%.



Kesimpulan:

Deflasi 0,13% di Sumatera Utara pada Maret 2026 dipicu oleh turunnya harga cabai merah akibat pasokan yang melimpah.

Selain cabai merah, beberapa komoditas pangan lain juga ikut menyumbang deflasi, meski ada sejumlah bahan seperti ikan dan bensin yang mengalami inflasi.

Kondisi ini menunjukkan peran besar harga pangan dalam memengaruhi stabilitas inflasi, terutama saat momen Ramadan dan Lebaran.

Sumber : https://www.detik.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan