Informasi
Beranda / Informasi / Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Hadits Rasulullah SAW, Salah Satunya Matahari Terbit Tidak Menyilaukan

Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Hadits Rasulullah SAW, Salah Satunya Matahari Terbit Tidak Menyilaukan

Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Hadits Rasulullah SAW

Ciri-ciri malam Lailatul Qadar menurut hadits Rasulullah SAW menjadi informasi yang banyak dicari umat Islam ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.

Malam yang penuh kemuliaan ini diyakini memiliki keutamaan luar biasa karena nilainya lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan.

Meski begitu, waktu pasti terjadinya malam Lailatul Qadar tidak diketahui secara jelas. Rasulullah SAW hanya memberikan petunjuk agar umat Islam berusaha mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

“Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari)



5 Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar Menurut Hadits Rasulullah SAW

Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam bulan Ramadan. Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan ini selalu dinantikan oleh umat Islam karena memiliki keutamaan dan pahala yang sangat besar bagi orang yang beribadah di dalamnya.

Lantas, apa saja ciri-ciri malam Lailatul Qadar menurut hadits Rasulullah SAW? Dilansir dari Detik.com berikut penjelasan lengkapnya.

1. Malam Terasa Cerah, Tenang, dan Sejuk

Salah satu tanda malam Lailatul Qadar adalah suasana malam yang terasa cerah, damai, dan menenangkan. Udara pada malam tersebut tidak terlalu panas maupun terlalu dingin, sehingga terasa nyaman.

Dalam hadits riwayat Ahmad dijelaskan bahwa malam itu tampak terang dengan cahaya yang lembut. Suasana juga sangat tenang tanpa gangguan cuaca ekstrem, sehingga orang yang beribadah dapat merasakan ketenteraman.



2. Angin Berhembus Lembut dan Tidak Turun Hujan

Ciri berikutnya adalah angin yang bertiup dengan lembut tanpa disertai badai atau hujan. Kondisi ini membuat suasana malam terasa lebih damai dan mendukung umat Islam untuk memperbanyak ibadah.

Riwayat dari Jabir bin Abdullah menyebutkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan dengan kondisi malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, serta tidak ada hujan yang turun.

3. Matahari Terbit dengan Cahaya yang Tidak Menyilaukan

Salah satu tanda yang paling dikenal dari malam Lailatul Qadar terlihat pada pagi harinya. Dalam hadits riwayat Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi dijelaskan bahwa matahari terbit dalam kondisi yang tidak terlalu terang.

“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas dan tidak begitu dingin. Pada pagi harinya matahari terbit dalam keadaan lemah dan tampak kemerah-merahan.”

Artinya, sinar matahari pada pagi tersebut tidak menyilaukan seperti biasanya.



4. Matahari Terbit Berwarna Putih Tanpa Sinar Tajam

Hadits lain yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab dalam Shahih Muslim juga menyebutkan tanda Lailatul Qadar terlihat dari matahari yang terbit dengan warna putih dan tidak memancarkan sinar yang tajam.

“Tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim)

Fenomena ini sering dianggap sebagai petunjuk bahwa malam sebelumnya kemungkinan adalah Lailatul Qadar.

5. Turunnya Malaikat Membawa Kedamaian

Keistimewaan Lailatul Qadar juga dijelaskan dalam Al-Qur’an, khususnya pada Surah Al-Qadr ayat 1–5. Dalam ayat tersebut disebutkan bahwa para malaikat dan Ruh (Jibril) turun ke bumi dengan izin Allah SWT.

Kedatangan mereka membawa ketetapan dan kedamaian hingga terbitnya fajar. Karena itu, banyak orang merasakan ketenangan dan kekhusyukan yang berbeda ketika beribadah pada malam tersebut.



Kesimpulan

Berdasarkan hadits Rasulullah SAW, terdapat beberapa ciri malam Lailatul Qadar yang sering disebutkan, di antaranya malam yang cerah dan sejuk, angin bertiup lembut tanpa hujan, matahari terbit tidak menyilaukan, matahari tampak putih tanpa sinar terik, serta turunnya malaikat yang membawa kedamaian.

Namun demikian, umat Islam tidak dianjurkan hanya fokus mencari tanda-tandanya. Yang terpenting adalah memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan, seperti salat malam, berdoa, berdzikir, dan melakukan amal saleh agar memiliki kesempatan meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.

Sumber: Detik.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan