Ekonomi Informasi
Beranda / Informasi / Bitcoin Anjlok di Asia Usai Peringatan Keras Trump ke Iran

Bitcoin Anjlok di Asia Usai Peringatan Keras Trump ke Iran

Bitcoin Anjlok di Asia Usai Peringatan Keras Trump ke Iran

Pasar kripto kembali mengalami tekanan pada perdagangan Kamis, 2 April 2026. Harga Bitcoin tercatat anjlok di kawasan Asia setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan tegas terkait potensi serangan lanjutan terhadap Iran dalam beberapa pekan ke depan.

Penurunan ini tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga meluas ke berbagai aset kripto lainnya. Hingga siang hari di Singapura, Bitcoin terkoreksi sekitar 2,5 persen dan diperdagangkan di level US$66.500.

Sementara itu, kripto berkapitalisasi lebih kecil mencatat pelemahan yang lebih dalam. Ether turun sekitar 4,5 persen, sedangkan Solana merosot hingga 5,1 persen.



Sentimen Geopolitik Picu Tekanan

Aksi jual di pasar kripto dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan Trump dinilai mengurangi optimisme pasar terhadap peluang meredanya konflik dalam waktu dekat.

Kondisi ini membuat investor cenderung menarik dana dari aset berisiko, termasuk kripto, dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman.

Dampak ke Pasar Global

Tidak hanya kripto, tekanan juga dirasakan di pasar keuangan global. Indeks saham Asia Pasifik MSCI tercatat turun 1,7 persen setelah sebelumnya sempat mengalami penguatan.

Di sisi lain, harga minyak mentah Brent justru melonjak lebih dari 5 persen hingga menembus US$106 per barel, seiring kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.

Caroline Mauron, salah satu pendiri Orbit Markets, menyatakan bahwa pergerakan pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik terbaru.

Menurutnya, Bitcoin masih cenderung bergerak mengikuti arah pasar saham, meskipun dalam beberapa pekan terakhir sensitivitasnya terhadap sentimen pasar mulai berkurang.



Bitcoin Masih Relatif Tahan Tekanan

Sebelumnya, pasar sempat menunjukkan sentimen positif setelah Trump mengisyaratkan kemungkinan mengakhiri konflik dengan Iran serta membuka kembali Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak yang sangat strategis.

Meski kini kembali tertekan, Bitcoin dinilai masih cukup tangguh dibandingkan aset lainnya. Pada akhir Maret 2026, Bitcoin masih mampu mencatat kenaikan sekitar 2 persen secara bulanan, sekaligus mengakhiri tren penurunan selama lima bulan berturut-turut.



Kesimpulan

Penurunan Bitcoin di pasar Asia kali ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini mendorong investor untuk menghindari aset berisiko dan memicu tekanan di pasar kripto.

Ke depan, pergerakan Bitcoin dan aset digital lainnya masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi global serta sentimen pasar terhadap risiko geopolitik.

Sumber: bcasekuritas.co.id

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan