Hari Raya Idul Fitri menjadi salah satu momen yang paling dinantikan oleh umat Islam setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan.
Perayaan ini tidak hanya menjadi tanda berakhirnya ibadah puasa, tetapi juga menjadi waktu yang penuh kebahagiaan untuk berkumpul bersama keluarga, saling memaafkan, dan mempererat silaturahmi.
Menjelang akhir Ramadan, banyak orang mulai mencari informasi mengenai kapan tepatnya Idul Fitri akan dilaksanakan. Hal ini penting karena berkaitan dengan berbagai persiapan, seperti mudik ke kampung halaman, menyiapkan hidangan khas Lebaran, hingga merencanakan liburan bersama keluarga.
Untuk tahun 2026, perkiraan tanggal Idul Fitri sudah mulai dibicarakan berdasarkan kalender Hijriah dan perhitungan astronomi.
Namun, di Indonesia terdapat beberapa metode yang digunakan oleh pemerintah maupun organisasi Islam dalam menentukan awal bulan Syawal. Oleh karena itu, tanggal Lebaran bisa saja berbeda antara satu pihak dengan pihak lainnya.
Hitung Mundurnya Lebaran 2026
Dilansir dari lama detik Apabila dihitung sejak Jumat, 13 Maret 2026, maka perayaan Lebaran menurut perkiraan pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU) diperkirakan masih sekitar delapan hari lagi.
Sementara itu, berdasarkan perhitungan yang telah ditetapkan oleh Muhammadiyah, Idul Fitri 1447 H diprediksi akan berlangsung dalam waktu tujuh hari ke depan. Berikut perkiraan jadwal sekaligus hitung mundur Idul Fitri 2026:
- Pemerintah: 21 Maret 2026 (sekitar 8 hari lagi)
- Muhammadiyah: 20 Maret 2026 (sekitar 7 hari lagi)
- NU: 21 Maret 2026 (sekitar 8 hari lagi)
Menjelang datangnya Lebaran, masyarakat biasanya mulai melakukan berbagai persiapan. Hal tersebut meliputi membeli bahan makanan untuk hidangan khas hari raya, menyiapkan pakaian baru, hingga merencanakan perjalanan mudik ke kampung halaman agar dapat berkumpul bersama keluarga.
Selain itu, banyak umat Islam juga mulai mempersiapkan zakat fitrah yang wajib ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri. Zakat ini merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus penyempurna ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Tidak hanya persiapan secara materi, umat Islam juga dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah pada hari-hari terakhir Ramadan.
Berbagai amalan seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, berdzikir, dan bersedekah menjadi cara untuk memaksimalkan pahala sebelum menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
Lebaran Versi Pemerintah
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) biasanya menetapkan tanggal 1 Syawal setelah melaksanakan sidang isbat yang disertai dengan pemantauan hilal di berbagai wilayah di Indonesia. Proses ini dilakukan untuk memastikan awal bulan Hijriah secara resmi dan berlaku secara nasional.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, tanggal tersebut masih bersifat perkiraan sementara karena keputusan final akan ditentukan setelah hasil rukyatul hilal diumumkan dalam sidang isbat. Jika hilal terlihat, maka keesokan harinya akan ditetapkan sebagai 1 Syawal.
Lebaran Versi Muhammadiyah
Muhammadiyah menentukan awal bulan Hijriah dengan menggunakan metode hisab, yaitu perhitungan astronomi yang didasarkan pada posisi bulan dan matahari secara ilmiah. Metode ini memungkinkan penentuan tanggal ibadah dilakukan lebih awal tanpa harus menunggu pengamatan hilal secara langsung.
Berdasarkan maklumat resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengenai penetapan Ramadan dan Syawal 1447 Hijriah, Hari Raya Idul Fitri 2026 ditetapkan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Dengan penetapan tersebut, perayaan Lebaran menurut Muhammadiyah diperkirakan lebih awal satu hari dibandingkan dengan prediksi pemerintah yang memperkirakan Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026.
Lebaran Versi NU
Nahdlatul Ulama (NU) biasanya menentukan awal bulan Hijriah dengan menggunakan metode rukyatul hilal, yaitu pengamatan langsung terhadap munculnya bulan sabit setelah matahari terbenam. Metode ini dilakukan di berbagai lokasi pemantauan hilal di Indonesia.
Berdasarkan kalender Almanak NU, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, tanggal tersebut masih berupa perkiraan karena penetapan resminya tetap menunggu hasil rukyatul hilal pada akhir bulan Ramadan. Jika hilal terlihat, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Syawal. Jika tidak terlihat, maka Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari.
Kesimpulan
Hari Raya Idul Fitri 2026 diperkirakan jatuh pada 19 Maret 2026 berdasarkan perhitungan kalender Hijriah. Namun kepastian tanggalnya tetap menunggu hasil sidang isbat yang diselenggarakan oleh pemerintah.
Di Indonesia sendiri terdapat beberapa metode dalam menentukan awal bulan Syawal, seperti metode hisab yang digunakan Muhammadiyah dan metode rukyatul hilal yang digunakan NU serta pemerintah. Perbedaan metode ini terkadang menyebabkan perbedaan dalam penetapan hari raya.
Meskipun demikian, Idul Fitri tetap menjadi momen yang penuh kebahagiaan bagi umat Islam. Yang terpenting adalah memanfaatkan hari-hari terakhir Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan mempersiapkan diri untuk menyambut hari kemenangan dengan hati yang bersih.

Komentar