Berita
Beranda / Berita / Banjir Bandang Tapanuli Tengah 2026: Enam Kecamatan Terdampak, Jembatan Hanyut

Banjir Bandang Tapanuli Tengah 2026: Enam Kecamatan Terdampak, Jembatan Hanyut

Banjir Bandang Tapanuli Tengah 2026: Enam Kecamatan Terdampak, Jembatan Hanyut

Tapanuli Tengah, Sumatera Utara – Banjir bandang kembali menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Rabu (11/2/2026). Hujan deras yang mengguyur sejak sore menyebabkan beberapa sungai meluap hingga merendam permukiman warga dan infrastruktur penting lainnya.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyampaikan bahwa salah satu dampak paling parah adalah hanyutnya jembatan darurat yang menjadi akses menuju Desa Sibio-bio, Kecamatan Sibabangun.

“Jembatan darurat menuju Desa Sibio-bio Kecamatan Sibabangun hanyut,” ujarnya.



Enam Kecamatan Terdampak Banjir Bandang

Banjir kali ini berdampak pada enam kecamatan, yakni:

  1. Kecamatan Tukka
  2. Kecamatan Sibabangun
  3. Kecamatan Sarudik
  4. Kecamatan Pandan
  5. Kecamatan Barus
  6. Kecamatan Sitahuis

Luapan air terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur hampir seluruh wilayah Tapteng dalam waktu bersamaan.

Kayu dan Material Banjir Menumpuk di Jembatan

Arus banjir juga membawa material berupa batang kayu dan sampah yang tersangkut di jembatan Jalan ST Z. Tampubolon, tepatnya di antara Kelurahan Aek Tolang Induk dan Kelurahan Aek Tolang. Tumpukan material ini memperlambat aliran air dan memperparah genangan.



Ketinggian Air Capai 1 Meter di Permukiman

Ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan bervariasi. Di kawasan Pardagangan, air mencapai sekitar 1 meter sehingga warga meminta segera dievakuasi.

Sementara itu, tinggi muka air sungai di wilayah Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, diperkirakan mencapai 4 meter, menimbulkan kekhawatiran akan banjir susulan.

Banjir Juga Melanda Kelurahan Hutanabolon

Banjir bandang juga terjadi di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka. Dalam rekaman di lapangan, terlihat warga panik menyelamatkan kendaraan saat air mulai menggenangi jalan lintas.

Air sungai yang sebelumnya telah dinormalisasi kembali meluap karena hujan deras di wilayah hulu. Tanggul darurat yang dipasang tidak mampu menahan derasnya aliran air, ditambah banyaknya material kayu yang ikut terbawa banjir.



Warga Dievakuasi ke Sekolah

Pemerintah daerah bersama petugas langsung melakukan evakuasi warga ke lokasi aman, termasuk ke bangunan sekolah yang dijadikan tempat pengungsian sementara.

“Kondisi sekarang warga evakuasi ke sekolah,” kata Masinton.

Tapteng Masih Rawan Bencana Hidrometeorologi

Banjir kali ini menambah daftar bencana yang terjadi di Tapanuli Tengah. Pada akhir tahun lalu, wilayah ini juga dilanda banjir bandang dan longsor yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar.

Kondisi geografis, curah hujan tinggi, serta aliran sungai yang cepat membuat beberapa wilayah di Tapteng masih tergolong rawan bencana, terutama saat musim hujan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan