Kesalahan tersebut bisa berupa lupa melakukan gerakan tertentu, ragu jumlah rakaat, maupun kelebihan atau kekurangan dalam salat. Amalan ini menjadi solusi yang diajarkan dalam syariat agar ibadah tetap sah dan lebih sempurna meskipun terjadi kelalaian.
Pengertian Sujud Sahwi
Dilansir dari laman ruangguru.com. Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan sebanyak dua kali sebelum salam dalam salat.
Kata “sahwi” sendiri berarti lupa, sehingga sujud ini dilakukan ketika seseorang mengalami kelupaan dalam pelaksanaan salat.
Tujuan dari sujud sahwi adalah untuk menutupi kekurangan atau kesalahan yang tidak disengaja saat salat berlangsung.
Dalil tentang Sujud Sahwi
Tuntunan mengenai sujud sahwi dijelaskan dalam hadits Nabi Muhammad SAW.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah lupa jumlah rakaat saat salat, kemudian beliau menjelaskan bahwa manusia tidak luput dari lupa.
Beliau bersabda bahwa jika seseorang ragu terhadap jumlah rakaat, maka ambillah yang paling meyakinkan dan sempurnakan salat, lalu lakukan sujud sahwi sebelum salam. (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits lain juga menyebutkan bahwa sujud sahwi dilakukan dua kali sebelum salam sebagai penyempurna salat, baik ketika terjadi kelebihan maupun kekurangan rakaat.
Penyebab Dilakukannya Sujud Sahwi
Sujud sahwi dianjurkan dalam beberapa kondisi berikut:
- Ragu terhadap jumlah rakaat yang telah dikerjakan
- Menambah jumlah rakaat tanpa sengaja
- Mengurangi rakaat dan baru menyadarinya sebelum salam
- Lupa melakukan tasyahud awal
- Meninggalkan atau menambah gerakan dalam salat
- Melakukan sesuatu yang berpotensi mengganggu kesempurnaan salat
- Keliru dalam bacaan yang berkaitan dengan gerakan salat
Tata Cara Sujud Sahwi
Pelaksanaan sujud sahwi mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.
Berdasarkan hadits, beliau melakukan sujud sebanyak dua kali sebelum salam dengan disertai takbir.
Berikut langkah-langkahnya:
- Melakukan sujud seperti sujud biasa dalam salat
- Mengucapkan takbir saat akan turun sujud
- Dilakukan sebanyak dua kali dengan duduk di antara keduanya
- Setelah selesai, diakhiri dengan salam
Bacaan Sujud Sahwi
Salah satu bacaan yang sering digunakan saat sujud sahwi adalah:
Arab:
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو
Latin:
Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw
Artinya:
“Maha Suci Dzat yang tidak tidur dan tidak lupa.”
Namun, sebagian ulama menyebutkan bahwa bacaan tersebut tidak memiliki dalil yang kuat.
Oleh karena itu, banyak yang menganjurkan membaca bacaan sujud seperti biasa, yaitu Subhana rabbiyal a’la.
Hukum Sujud Sahwi
Hukum sujud sahwi adalah sunnah. Artinya, jika tidak dilakukan, salat tetap sah.
Akan tetapi, jika melaksanakan salat berjamaah dan imam melakukan sujud sahwi, maka makmum wajib mengikutinya.
Hikmah Melakukan Sujud Sahwi
Sujud sahwi tidak hanya menyempurnakan salat, tetapi juga mengandung berbagai hikmah, di antaranya:
- Menyadarkan bahwa manusia tidak luput dari kesalahan
- Menumbuhkan sikap rendah hati di hadapan Allah SWT
- Mengingatkan pentingnya memohon ampun atas kekhilafan
- Meningkatkan kesadaran akan kebesaran Allah SWT
Kesimpulan
Sujud sahwi adalah amalan sunnah yang memiliki peran penting dalam menyempurnakan salat ketika terjadi kesalahan atau kelupaan.
Dengan memahami pengertian, dalil, tata cara, serta bacaannya, seorang muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan benar.
Selain itu, sujud sahwi juga mengajarkan nilai kerendahan hati dan kesadaran bahwa manusia tidak sempurna.
Oleh karena itu, membiasakan diri memahami dan mengamalkan sujud sahwi dapat membantu meningkatkan kualitas ibadah sehari-hari.
Sumber : https://www.ruangguru.com/blog/









