Ekonomi
Beranda / Ekonomi / IHSG Dibuka Melemah ke 7.153, Analis Ingatkan Potensi Koreksi Dalam ke 6.700-an!

IHSG Dibuka Melemah ke 7.153, Analis Ingatkan Potensi Koreksi Dalam ke 6.700-an!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis (2/4/2026) dengan pelemahan. Pada sesi pembukaan, IHSG turun sebesar 0,45% ke posisi 7.153,11.

Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia, pergerakan IHSG berada di kisaran level 7.131 hingga 7.156 pada awal transaksi. Aktivitas pasar menunjukkan pergerakan yang cukup berimbang, dengan 215 saham menguat, 212 saham melemah, dan 214 saham stagnan.

Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat masih berada di angka Rp12.610 triliun, mencerminkan nilai pasar yang tetap besar di tengah tekanan yang terjadi di awal perdagangan.



Pergerakan IHSG di awal perdagangan masih dibayangi tekanan

Dari sisi sektoral, sejumlah saham mencatatkan penguatan. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) naik 2,41% ke level Rp2.550. Disusul oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang menguat 2,37% ke posisi Rp1.725.

Selain itu, beberapa saham unggulan lainnya juga bergerak positif. PT United Tractors Tbk naik 1,78% ke Rp31.475, PT Bank Central Asia Tbk menguat 1,54% ke Rp6.600, serta PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk naik 1,42% ke level Rp2.140.

Di sisi lain, analisis dari MNC Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG sebelumnya sempat menguat 1,93% ke level 7.184 dengan dukungan volume pembelian yang meningkat.



Namun, secara teknikal, posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase gelombang tertentu yang berpotensi memicu koreksi lanjutan. Dalam skenario terburuk, indeks diperkirakan bisa turun ke kisaran 6.745 hingga 6.849.

Meski demikian, terdapat pula peluang penguatan apabila IHSG berhasil menyelesaikan fase koreksi. Dalam skenario optimistis, indeks berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area 7.450 hingga 7.675.

Kesimpulan

Pergerakan IHSG pada awal perdagangan hari ini menunjukkan tekanan yang masih cukup kuat, meskipun terdapat sejumlah saham unggulan yang mencatatkan penguatan. Dengan kapitalisasi pasar yang tetap besar di kisaran Rp12.610 triliun, kondisi pasar masih tergolong stabil namun rentan terhadap koreksi jangka pendek.

Analisis teknikal dari sekuritas juga mengindikasikan adanya potensi penurunan ke area 6.745–6.849 sebagai skenario terburuk. Namun, jika mampu bertahan dan melanjutkan tren positif, IHSG berpeluang menguat menuju level 7.450 hingga 7.675. Investor disarankan untuk tetap waspada dan mencermati pergerakan pasar serta sentimen yang berkembang.



Sumber : https://market.bisnis.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan