Sentimen positif kembali menyelimuti pasar keuangan domestik setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Rabu (1/4/2026).
IHSG naik hampir 2% atau bertambah 136,22 poin ke level 7.184,44. Pergerakan ini ditopang oleh mayoritas saham yang menguat, dengan 494 saham naik, 224 saham melemah, dan 240 saham stagnan.
Aktivitas transaksi juga mulai meningkat, meski belum sepenuhnya kembali ke rata-rata awal tahun.
Investor Asing Masih Net Sell, Tapi Selektif Beli
Meski secara keseluruhan investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp165,5 miliar, angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan hari sebelumnya yang mencapai Rp1,28 triliun.
Menariknya, di balik aksi net sell tersebut, investor asing tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham tertentu, khususnya di sektor energi dan telekomunikasi.
Daftar Saham yang Diborong Asing
Saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menjadi incaran utama investor asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp106,2 miliar.
Selanjutnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mencatatkan net buy sebesar Rp93,8 miliar, diikuti PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) sebesar Rp79,9 miliar.
Berikut daftar 10 saham dengan net foreign buy terbesar:
- PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) – Rp106,2 miliar
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) – Rp93,8 miliar
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) – Rp79,9 miliar
- PT United Tractors Tbk. (UNTR) – Rp52,6 miliar
- PT Astra International Tbk. (ASII) – Rp52 miliar
- PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) – Rp50,5 miliar
- PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) – Rp49,5 miliar
- PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) – Rp48,3 miliar
- PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) – Rp46,4 miliar
- PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) – Rp46,2 miliar
Nilai Transaksi dan Kapitalisasi Pasar Meningkat
Nilai transaksi perdagangan tercatat mencapai Rp16,44 triliun, dengan volume sebanyak 29,99 miliar saham yang ditransaksikan dalam 1,99 juta kali transaksi.
Seiring dengan penguatan IHSG, kapitalisasi pasar juga meningkat menjadi Rp12.650 triliun. Informasi ini dilansir dari laman cnbcindonesia.com
Seluruh Sektor Kompak Menguat
Seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia ditutup di zona hijau.
Sektor utilitas, bahan baku, dan konsumer non-primer menjadi pendorong utama dengan kenaikan masing-masing sebesar 4%, 3,66%, dan 3,09%.
Saham Konglomerat Jadi Penopang IHSG
Penguatan IHSG turut ditopang oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Saham Impack Pratama (IMPC) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 21,6% dan memberikan kontribusi terbesar terhadap indeks sebesar 10,17 poin.
Selain itu, Telkom (TLKM) menyumbang 9,48 poin, Barito Renewables Energy (BREN) sebesar 9,26 poin, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) 8,95 poin, serta Bumi Resources Minerals (BRMS) sebesar 7,48 poin.
Kesimpulan
Rebound IHSG menunjukkan adanya perbaikan sentimen pasar, meskipun investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih secara keseluruhan.
Namun, akumulasi selektif pada saham-saham tertentu menjadi sinyal positif bagi pasar.
Dengan dukungan penguatan sektor dan saham-saham unggulan, peluang kenaikan lanjutan masih terbuka, meski investor tetap perlu mencermati pergerakan dana asing dan kondisi global sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/

Komentar