BPJS Kesehatan Informasi Kesehatan
Beranda / Kesehatan / Daftar 144 Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Daftar 144 Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Daftar 144 Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Program jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan hadir sebagai solusi bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan layanan medis yang terjangkau.

Melalui sistem ini, peserta dapat memperoleh pengobatan untuk berbagai jenis penyakit tanpa harus menanggung biaya besar, selama mengikuti prosedur yang berlaku.

Salah satu hal yang sering ditanyakan adalah jenis penyakit apa saja yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Secara umum, BPJS menanggung hingga 144 jenis diagnosis penyakit yang dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), seperti puskesmas atau klinik.

Daftar ini mencakup berbagai penyakit umum yang sering dialami masyarakat, mulai dari gangguan ringan hingga kondisi yang membutuhkan penanganan lanjutan. Berikut penjelasan lengkapnya.



144 Penyakit yang Ditanggung BPJS Kesehatan

Berikut adalah kelompok penyakit yang termasuk dalam cakupan layanan BPJS Kesehatan (terutama di FKTP), dilansir dari laman RSUD TP Aceh Barat:

  1. Kejang Demam
  2. Tetanus
  3. HIV AIDS tanpa komplikasi
  4. Tension headache
  5. Migren
  6. Bell’s Palsy
  7. Vertigo (Benign paroxysmal positional Vertigo)
  8. Gangguan somatoform
  9. Insomnia
  10.  Benda asing di konjungtiva
  11.  Konjungtivitis
  12.  Perdarahan subkonjungtiva
  13.  Mata kering
  14.  Blefaritis
  15.  Hordeolum



  1.  Trikiasis
  2.  Episkleritis
  3.  Hipermetropia ringan
  4.  Miopia ringan
  5.  Astigmatism ringan
  6.  Presbiopia
  7.  Buta senja
  8.  Otitis eksterna
  9.  Otitis Media Akut
  10.  Serumen prop
  11.  Mabuk perjalanan
  12.  Furunkel pada hidung
  13.  Rhinitis akut
  14.  Rhinitis vasomotor
  15.  Rhinitis vasomotor



  1.  Benda asing
  2.  Epistaksis
  3.  Influenza
  4.  Pertusis
  5.  Faringitis
  6.  Tonsilitis
  7.  Laringitis
  8.  Asma bronchiale
  9.  Bronchitis akut
  10. Pneumonia, bronkopneumonia
  11.  Tuberkulosis paru tanpa komplikasi
  12.  Hipertensi esensial
  13.  Kandidiasis mulut
  14.  Ulcus mulut (aptosa, herpes)
  15.  Parotitis
  16.  Infeksi pada umbilikus
  17.  Gastritis
  18.  Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis)
  19.  Refluks gastroesofagus
  20.  Demam tifoid



  1.  Intoleransi makanan
  2.  Alergi makanan
  3.  Keracunan makanan
  4.  Penyakit cacing tambang
  5. Strongiloidiasis
  6. Askariasis
  7. Skistosomiasis
  8. Taeniasis
  9.  Hepatitis A
  10. Disentri basiler, disentri amuba
  11.  Hemoroid grade 1/2
  12.  Infeksi saluran kemih
  13.  Genore
  14.  Pielonefritis tanpa komplikasi
  15.  Fimosis
  16.  Parafimosis
  17.  Sindroma duh (discharge) genital (Gonore dan non gonore)
  18.  Infeksi saluran kemih bagian bawah
  19.  Vulvitis
  20.  Vaginitis



  1.  Vaginosis bakterialis
  2.  Salphingitis
  3.  Kehamilan normal
  4.  Aborsi spontan komplit
  5.  Anemia defisiensi besi pada kehamilan
  6. Ruptur perineum tingkat ½
  7.  Abses folikel rambut/kelj sebasea
  8.  Mastitis
  9.  Cracked nipple
  10.  Inverted nipple
  11.  DM tipe 1
  12. DM tipe 2
  13.  Hipoglikemi ringan
  14.  Malnutrisi energi protein
  15.  Defisiensi vitamin
  16.  Defisiensi mineral
  17.  Dislipidemia
  18.  Hiperurisemia
  19.  Obesitas
  20.  Anemia defiensi besi



  1.  Limphadenitis
  2.  Demam dengue, DHF
  3.  Malaria
  4.  Leptospirosis (tanpa komplikasi)
  5.  Reaksi anafilaktik
  6.  Ulkus pada tungkai
  7.  Lipoma
  8.  Veruka vulgaris
  9.  Moluskum kontangiosum
  10.  Herpes zoster tanpa komplikasi
  11.  Morbili tanpa komplikasi
  12. Varicella tanpa komplikasi
  13. Herpes simpleks tanpa komplikasi
  14.  Impetigo
  15.  Impetigo ulceratif ( ektima)
  16.  Folikulitis superfisialis
  17.  Furunkel, karbunkel
  18.  Eritrasma
  19.  Erisipelas
  20. Skrofuloderma
  21.  Lepra
  22. Sifilis stadium 1 dan 2
  23.  Tinea kapitis
  24.  Tinea barbe
  25.  Tinea facialis
  26.  Tinea corporis
  27.  Tinea manus
  28.  Tinea unguium
  29. Tinea cruris
  30. Tinea pedis
  31.  Pitiriasis versicolor
  32.  Candidiasis mucocutan ringan
  33.  Cutaneus larvamigran
  34. Filariasis
  35. Pedikulosis kapitis
  36.  Pediculosis pubis
  37. Scabies
  38.  Reaksi gigitan serangga
  39. Dermatitis kontak iritan
  40.  Dermatitis atopik (kecuali recalcitrant)
  41. Dermatitis numularis
  42.  Napkin ekzema
  43. Dermatitis seboroik
  44.  Pitiriasis rosea
  45.  Acne vulgaris ringan
  46.  Hidradenitis supuratif
  47. Dermatitis perioral
  48.  Miliaria
  49.  Urtikaria akut
  50.  Eksantemapous drug eruption, fixed drug eruption
  51.  Vulnus laseraum, puctum
  52.  Luka bakar derajat 1 dan 2
  53.  Kekerasan tumpul
  54. . Kekerasan tajam

Daftar di atas merupakan sebagian dari total 144 diagnosis yang dapat ditangani di FKTP. Untuk penyakit yang lebih serius atau membutuhkan penanganan khusus, pasien akan dirujuk ke rumah sakit.



Kesimpulan

BPJS Kesehatan menanggung hingga 144 jenis penyakit yang umumnya ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Daftar tersebut mencakup berbagai penyakit umum mulai dari infeksi ringan hingga penyakit kronis yang memerlukan pemantauan rutin.

Dengan memahami jenis penyakit yang ditanggung serta prosedur layanan, peserta dapat memanfaatkan BPJS Kesehatan secara optimal. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi beban biaya, tetapi juga memastikan setiap orang mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan