Tak terasa, umat Islam telah sampai di penghujung bulan Ramadan dan bersiap menyambut Jumat terakhir yang penuh keutamaan. Hari Jumat sendiri dikenal sebagai hari istimewa dalam Islam, bahkan disebut sebagai sebaik-baik hari.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bahwa hari Jumat adalah hari terbaik, di mana Nabi Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, dan juga dikeluarkan darinya. Bahkan, hari kiamat pun akan terjadi pada hari Jumat.
Lantas, apa saja amalan yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan ibadah di Jumat terakhir Ramadan? Berikut ulasannya.
1. Mandi Sunnah Hari Jumat
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah mandi sunnah sebelum berangkat ke masjid. Membersihkan diri, memakai pakaian terbaik, serta menggunakan wewangian menjadi bagian dari adab yang dianjurkan.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Salman Al-Farisi, disebutkan bahwa orang yang mandi, bersuci, lalu berangkat ke masjid dan menjaga adab saat khutbah, akan diampuni dosanya di antara dua Jumat.
2. Menunaikan Sholat Duha
Melaksanakan sholat duha di hari Jumat memberikan keutamaan ganda, yaitu pahala sholat sunnah dan keistimewaan hari Jumat. Ibadah ini menjadi salah satu cara untuk menambah amalan di penghujung Ramadan.
3. Membaca Surah Al-Kahfi
Membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Dalam riwayat Abu Sa’id al-Khudri, disebutkan bahwa orang yang membacanya akan mendapatkan cahaya di antara dua Jumat.
4. Memperbanyak Sholawat
Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad, baik pada siang maupun malam Jumat. Amalan ini menjadi bentuk kecintaan sekaligus harapan mendapatkan syafaat beliau.
5. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Hari Jumat memiliki waktu mustajab untuk berdoa. Pada waktu tersebut, doa seorang muslim sangat berpeluang dikabulkan oleh Allah SWT, terutama jika diiringi dengan ibadah dan kekhusyukan.
6. Memperbanyak Sedekah
Bersedekah di hari Jumat, terlebih di bulan Ramadan, memiliki keutamaan yang besar. Amalan ini tidak hanya membawa pahala berlipat, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial kepada sesama.
7. Sholat Kafarat, Bolehkah Dilakukan?
Sholat kafarat atau yang sering disebut sholat bara’ah menjadi amalan yang cukup populer di sebagian masyarakat Indonesia. Sholat ini biasanya dilakukan setelah sholat Jumat terakhir Ramadan dengan tujuan mengganti sholat fardhu yang mungkin pernah ditinggalkan.
Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya. Sebagian ulama melarang praktik ini karena tidak memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an maupun hadits. Sementara itu, sebagian lainnya membolehkan sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyath) dalam beribadah.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa sholat kafarat bukanlah amalan yang disepakati secara mutlak. Oleh karena itu, umat Islam disarankan untuk tetap berpegang pada amalan yang jelas dalilnya.
Kesimpulan
Jumat terakhir di bulan Ramadan adalah momen berharga untuk meningkatkan kualitas ibadah. Mulai dari mandi sunnah, sholat duha, membaca Al-Kahfi, hingga memperbanyak dzikir dan sedekah, semuanya bisa menjadi ladang pahala.
Adapun terkait sholat kafarat, penting untuk memahami bahwa amalan ini masih diperselisihkan hukumnya. Maka, mendahulukan ibadah yang memiliki dasar kuat adalah pilihan yang lebih aman.
Dengan memaksimalkan amalan di hari istimewa ini, diharapkan umat Islam dapat menutup Ramadan dengan penuh keberkahan dan meraih ampunan dari Allah SWT.

Komentar