Informasi
Beranda / Informasi / Witir Setelah Tarawih, Enaknya Berapa Rakaat Sih? Yuk Simak Penjelasannya!

Witir Setelah Tarawih, Enaknya Berapa Rakaat Sih? Yuk Simak Penjelasannya!

Witir Setelah Tarawih, Enaknya Berapa Rakaat Sih? Yuk Simak Penjelasannya!

Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Selain menjalankan puasa, umat Islam juga berbondong-bondong menghidupkan malam dengan salat tarawih. Nah, setelah tarawih biasanya ditutup dengan salat witir. Namun, tidak sedikit yang masih bertanya-tanya: sebenarnya witir itu sebaiknya berapa rakaat, sih?

Sebagian orang melaksanakan witir tiga rakaat, ada juga yang satu rakaat saja, bahkan ada yang lebih dari itu. Perbedaan ini sering membuat bingung, apalagi bagi yang baru mulai rutin tarawih di bulan Ramadan. Supaya tidak ragu lagi, yuk kita bahas lebih lengkap mengenai jumlah rakaat witir setelah tarawih beserta penjelasannya!



Apa Itu Salat Witir?

Salat witir adalah salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari dan menjadi penutup dari rangkaian salat malam. Disebut “witir” karena jumlah rakaatnya ganjil. Dalam ajaran Islam, salat witir memiliki kedudukan yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadan setelah salat tarawih.

Witir tidak hanya bisa dilakukan setelah tarawih, tetapi juga bisa dikerjakan setelah tahajud bagi yang ingin bangun di sepertiga malam terakhir. Namun dalam praktik di masjid saat Ramadan, witir biasanya langsung dilaksanakan berjamaah setelah tarawih.

Berapa Rakaat Witir yang Dianjurkan?

Secara umum, jumlah rakaat witir itu ganjil. Artinya bisa 1, 3, 5, 7, 9, hingga 11 rakaat. Namun yang paling sering dilakukan setelah tarawih adalah 1 atau 3 rakaat.

Berikut penjelasan ringkasnya:



1. Satu Rakaat

Witir satu rakaat sah dan diperbolehkan. Biasanya ini dilakukan sebagai penutup jika sebelumnya sudah melaksanakan salat malam dalam jumlah genap. Misalnya, setelah tarawih 8 atau 20 rakaat, lalu ditutup dengan 1 rakaat witir.
Banyak jamaah di masjid juga mengikuti pola ini: tarawih sekian rakaat, lalu ditutup satu rakaat witir.

2. Tiga Rakaat

Ini adalah jumlah yang paling umum dijumpai. Tiga rakaat witir bisa dilakukan dengan dua cara:
• Dua rakaat salam, lalu satu rakaat salam.
• Tiga rakaat sekaligus dengan satu salam.
Keduanya diperbolehkan. Di Indonesia sendiri, kebanyakan masjid melaksanakan tiga rakaat witir dengan dua rakaat salam terlebih dahulu, kemudian satu rakaat terakhir disertai doa qunut.



3. Lebih dari Tiga Rakaat

Witir juga bisa dilakukan lima, tujuh, atau sembilan rakaat, tentu dengan jumlah ganjil. Namun praktik ini lebih sering dilakukan ketika seseorang melaksanakan salat malam secara pribadi, bukan dalam tarawih berjamaah di masjid.

Jadi, Enaknya Pilih Berapa Rakaat?

Sebenarnya tidak ada istilah “enaknya” dalam arti paling benar atau paling utama secara mutlak. Semua kembali pada kemampuan dan kebiasaan masing-masing. Islam memberi kelonggaran dalam hal ini.
Kalau mengikuti salat berjamaah di masjid, sebaiknya ikuti imam sampai selesai, termasuk witirnya. Hal ini karena menyelesaikan salat bersama imam sampai tuntas memiliki keutamaan tersendiri.



Namun, bagaimana kalau ingin tahajud lagi di rumah?

Ada dua pilihan yang bisa dilakukan, yaitu :

  1. Ikut witir bersama imam, lalu jika bangun malam boleh salat tahajud tanpa mengulang witir.
  2. Tidak ikut witir di masjid (atau niatkan sebagai salat sunnah biasa), lalu menutup salat malam dengan witir setelah tahajud di rumah.

Witir memiliki banyak keutamaan

  • Menjadi penutup salat malam.
  • Termasuk amalan yang sangat dianjurkan.
  • Mendapat pahala tambahan di bulan Ramadan.
    Karena itu, meskipun hukumnya sunnah, witir sebaiknya tidak ditinggalkan, apalagi di bulan penuh keberkahan seperti Ramadan.



Tips Agar Lebih Khusyuk Saat Witir

Supaya ibadah terasa lebih bermakna, berikut beberapa tips yang bisa dicoba :

  • Pahami bacaan yang dilafalkan, termasuk doa qunut.
  • Tidak terburu-buru dalam gerakan salat.
  • Hadirkan niat yang tulus.
  • Kurangi distraksi seperti memikirkan urusan dunia saat salat.
    Dengan begitu, salat witir tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi benar-benar menjadi momen mendekatkan diri kepada Allah.



Kesimpulan

Witir setelah tarawih jumlahnya harus ganjil dan boleh satu, tiga, lima, atau lebih selama ganjil. Yang paling umum dilakukan adalah satu atau tiga rakaat. Tidak ada jumlah yang paling benar secara mutlak, karena semuanya memiliki dasar dan diperbolehkan dalam ajaran Islam.

Jika salat berjamaah di masjid, sebaiknya ikuti imam hingga selesai. Bila ingin tahajud di rumah, pastikan hanya melakukan satu witir dalam semalam. Yang terpenting bukan soal jumlah rakaatnya, melainkan keikhlasan dan kekhusyukan dalam menjalankannya.

Semoga setelah memahami penjelasan ini, kita tidak lagi bingung menentukan jumlah rakaat witir dan bisa beribadah dengan lebih tenang serta yakin.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan