Berita
Beranda / Berita / Defisit Ratusan Juta per Bulan Picu Reformasi, Wali Kota Dorong Optimalisasi Aset Pembangunan

Defisit Ratusan Juta per Bulan Picu Reformasi, Wali Kota Dorong Optimalisasi Aset Pembangunan

Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pembenahan menyeluruh terhadap PUD Pembangunan Kota Medan sebagai respons atas kondisi keuangan perusahaan daerah yang masih tertekan. Langkah transformasi difokuskan pada optimalisasi aset potensial dan perbaikan sistem internal agar perusahaan tidak terus mengalami kerugian.

Penegasan tersebut disampaikan dalam pemaparan rencana kerja Direksi PUD Pembangunan periode 2026–2030 di Balai Kota Medan, Jumat (20/2/2026) lalu. Pertemuan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, pimpinan perangkat daerah, serta jajaran direksi perusahaan.



Dalam arahannya, Rico Waas menilai perubahan pola kerja menjadi kebutuhan mendesak agar badan usaha milik daerah tersebut dapat beroperasi secara sehat. Ia menyoroti sejumlah aset strategis yang dinilai mampu menjadi sumber pendapatan baru apabila dikelola dengan pendekatan bisnis yang lebih modern dan profesional.

Salah satu aset yang mendapat perhatian khusus adalah Pergudangan Kota Tanjung Mulia yang memiliki luas sekitar 12,5 hektare. Saat ini, pemanfaatan lahan masih terbatas pada sebagian area, sehingga masih tersedia ruang besar untuk pengembangan. Pemerintah membuka kemungkinan kolaborasi investasi untuk mempercepat pemanfaatan kawasan tersebut.

“Kalau keuangan kita berat, ayo kita kerja sama. Tapi ini harus bergerak. Jangan stagnan,” tegas Rico Waas.

Selain kawasan pergudangan, fasilitas publik seperti Kolam Renang Deli dan Gelanggang Remaja Medan dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi karena berada di lokasi strategis. Namun, pengembangan harus tetap menjaga fungsi utama fasilitas tersebut.



“Jangan kehilangan asetnya, jangan berubah fungsi. Kalau kolam renang, tetap kolam renang. Silakan dikembangkan, tapi fungsi utamanya jangan hilang,” Jelas Rico Waas

Ia juga menegaskan bahwa dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah tetap bergantung pada kesiapan perencanaan yang matang dan realistis.

“Kami tidak takut membicarakan penyertaan modal. Tapi kita juga harus melihat kondisi keuangan daerah,” Ujar Rico Waas.

Sementara itu, Direktur Utama PUD Pembangunan, Septianus Bate’e, mengungkapkan perusahaan masih mencatat defisit rata-rata Rp289 juta setiap bulan.



Pendapatan terbesar saat ini berasal dari sektor pergudangan dengan kontribusi lebih dari 70 persen terhadap total pemasukan. Namun, tingginya beban operasional, kewajiban pajak, dan tunggakan hak pegawai masih menjadi kendala utama pemulihan keuangan.

Ia menambahkan, beberapa unit usaha seperti Medan Zoo dan Kolam Renang Deli masih mengalami kerugian, sedangkan Gelanggang Remaja dan Rusunawa Amplas hanya menghasilkan surplus terbatas.

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, manajemen baru memulai pembenahan dari dalam melalui digitalisasi sistem keuangan bekerja sama dengan Bank Sumut, audit operasional menyeluruh, serta penerapan standar kerja berbasis indikator kinerja. Efisiensi biaya dan peningkatan kepatuhan administrasi menjadi bagian dari strategi pemulihan perusahaan.



“Transformasi Medan Zoo juga disiapkan melalui rebranding dan perubahan konsep pengelolaan”, pungkasnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan