Berita
Beranda / Berita / Pangir Tradisi Ramadan, Lasima Bertahan Sejak 1977

Pangir Tradisi Ramadan, Lasima Bertahan Sejak 1977

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, tradisi mandi menggunakan pangir masih bertahan di tengah masyarakat.

Di persimpangan Pasar Sukaramai, seorang pedagang lanjut usia tampak setia menjajakan ramuan rempah tradisional tersebut kepada warga yang melintas dan berbelanja.

Pedagang itu adalah Lasima Siregar  (67), yang telah menjual pangir sejak puluhan tahun lalu. Ia mengatakan pangir menjadi dagangan musiman yang selalu dicari masyarakat menjelang Ramadan.



“Iya, pangir ini biasanya untuk nyambut bulan Ramadan. Yang beli orang-orang sekitar sini, orang belanja, orang lewat pulang kerja,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (18/02/2026).

Ia menjelaskan, pangir yang dijualnya terbuat dari berbagai bahan alami yang mudah ditemukan di pasaran.

“Bahannya daun pandan, serai wangi, daun jeruk, daun nilam, sama pelepah pinang. Semua bahan itu dibeli dari pusat pasar,” katanya.

Menurutnya, pangir dijual dengan harga terjangkau agar bisa dibeli oleh berbagai kalangan masyarakat.

“Harganya ada yang Rp2.000, ada juga yang Rp8.000, tergantung ukuran dan isinya,” ucapnya.



Lasima mengaku telah berjualan sejak tahun 1977, jauh sebelum usianya sekarang. Selain pangir, ia juga menjual rempah-rempah dan peralatan rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya sudah jualan di sini dari tahun 77, dari mulai berumah tangga sampai sekarang. Kalau bukan musim pangir, saya jual rempah-rempah sama alat pecah belah,” pungkasnya.

Tradisi mandi pangir sendiri masih dipercaya masyarakat sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki Ramadan. Ramuan ini biasanya direndam dalam air hangat sebelum digunakan untuk mandi, menghasilkan aroma khas yang segar dan menenangkan.



Meski zaman terus berubah, pangir tetap menjadi bagian dari tradisi yang dipertahankan. Bagi Lasima, berjualan pangir bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjaga warisan budaya yang telah berlangsung lintas generasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan