Berita
Beranda / Berita / UMSU Bangun Ekosistem Mandiri untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

UMSU Bangun Ekosistem Mandiri untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus memperkuat dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan ekosistem mandiri yang mencakup peternakan ayam petelur, kolam ikan, hingga pabrik air minum dan roti, Senin (16/02/2026).

Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani, M.AP., mengatakan sejumlah fasilitas pendukung tengah disiapkan guna memastikan keberlanjutan pasokan bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPPG) Muhammadiyah yang beroperasi di Kampus 4 UMSU.

“Insyaallah nanti akan menyiapkan untuk 1.500 ekor ayam petelur, termasuk di bawahnya ada kolam ikan lele yang nantinya juga bisa digunakan untuk konsumsi. Insyaallah ini akan mulai berproduksi pada bulan Maret,” ujarnya.



Selain itu, UMSU juga membangun pabrik air minum dalam kemasan di wilayah Sibiru-biru yang memanfaatkan empat sumber mata air pegunungan. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air minum untuk operasional SPPG dan lingkungan kampus.

Tak hanya itu, pembangunan pabrik roti di Bandar Setia juga menjadi bagian dari upaya mendukung rantai pasok makanan bergizi. Produk roti nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi SPPG, tetapi juga untuk kebutuhan universitas, unit Muhammadiyah, dan Aisyiyah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, mengapresiasi langkah UMSU dalam membangun sistem yang terintegrasi.



“Saya sangat mengapresiasi langkah UMSU dan Muhammadiyah yang tidak hanya membagikan makanan, tetapi juga menyiapkan ekosistemnya. Ini adalah model pemberdayaan ekonomi yang luar biasa,” katanya.

Ia menilai keberadaan ekosistem mandiri ini memastikan kualitas makanan tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Saya sangat mengapresiasi langkah UMSU dan PP Muhammadiyah yang tidak hanya sekadar membagikan makanan, tetapi juga menyiapkan ekosistemnya. Tadi disebutkan ada peternakan, pabrik roti, hingga pengolahan air minum.

Ini adalah model pemberdayaan ekonomi yang luar biasa. Rantai pasok yang dikelola secara mandiri ini memastikan bahwa kualitas makanan terjaga dan manfaat ekonominya dirasakan oleh warga persyarikatan serta masyarakat sekitar,” pungkasnya.



Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan