Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan setelah mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026.
Koreksi ini dipicu oleh sentimen global, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Iran menolak tawaran gencatan senjata dari Amerika Serikat.
Berdasarkan data RTI, IHSG ditutup turun 1,89% ke level 7.164,09. Sementara itu, indeks LQ45 ikut melemah sebesar 1,97% ke posisi 731,72. Seluruh indeks saham acuan tercatat berada di zona merah.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Menanggapi kondisi pasar tersebut, pengamat pasar modal Hendra Wardana mengungkapkan sejumlah saham yang menarik untuk dicermati pada perdagangan Jumat, 27 Maret 2026.
Adapun saham yang direkomendasikan meliputi:
- Merdeka Battery Materials (MBMA)
- Energi Mega Persada (ENRG)
- Saratoga Investama Sedaya (SRTG)
- Surya Citra Media (SCMA)
- Bumi Resources (BUMI)
Analisis dan Target Saham
Berikut ulasan singkat dan potensi pergerakan dari masing-masing saham:
- MBMA dinilai menarik secara spekulatif seiring harga nikel yang masih tinggi dan adanya sentimen positif dari program hilirisasi. Saham ini berpotensi menuju target di level 780.
- ENRG juga menjadi pilihan spekulatif karena didukung harga energi yang stabil dan prospek kinerja sektor migas. Target jangka pendek diperkirakan berada di level 1.600.
- SRTG dinilai menarik untuk trading jangka pendek karena pergerakannya kerap mengikuti nilai portofolio investasi dan sentimen pasar. Target harga berada di kisaran 2.800.
- SCMA berpotensi menguat seiring momentum belanja iklan dan pemulihan sektor media. Target harga diperkirakan menuju 320.
- BUMI masih dilirik investor secara spekulatif karena harga batu bara yang relatif stabil serta adanya aliran dana ke sektor energi. Target jangka pendek berada di level 244.
Strategi Trading di Tengah Tekanan Pasar
Dalam kondisi pasar yang masih dipengaruhi sentimen global, investor disarankan menerapkan strategi trading jangka pendek.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah mengikuti saham-saham yang sedang mengalami akumulasi oleh investor asing serta memiliki momentum kenaikan.
Selain itu, saham dengan likuiditas tinggi dan didukung katalis sektoral biasanya menjadi incaran utama, terutama bagi investor institusi dan asing.
Penutupan IHSG 26 Maret 2026
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup melemah. Sepanjang sesi, tekanan jual mendominasi meski indeks sempat dibuka di zona hijau.
IHSG bergerak di kisaran tertinggi 7.323,70 dan terendah 7.162,59. Sebanyak 380 saham mengalami penurunan, 292 saham menguat, dan 148 saham stagnan.
Data Perdagangan dan Sektor Saham
Frekuensi transaksi tercatat mencapai 1,72 juta kali dengan volume perdagangan 31,1 miliar saham. Nilai transaksi harian mencapai Rp 32,3 triliun, sementara nilai tukar dolar AS berada di kisaran Rp 16.899.
Dari sisi sektoral, hanya sektor transportasi yang mencatatkan kenaikan sebesar 2,96%. Sementara sektor energi mengalami koreksi terdalam sebesar 2,91%.
Sektor lain yang ikut melemah antara lain:
- Industri turun 2,79%
- Basic materials turun 2,27%
- Consumer siklikal turun 2,3%
- Teknologi turun 1,2%
- Infrastruktur turun 1,63%
- Keuangan turun 0,64%
- Properti turun 0,54%
- Kesehatan turun 0,76%
- Consumer non-siklikal turun 0,18%
Aktivitas Saham Menarik
Transaksi besar terjadi pada saham PT FAP Agri Tbk (FAPA) di pasar negosiasi dengan nilai mencapai Rp 18,8 triliun. Saham ini menguat 6,12% ke level Rp 6.500 per saham.
Kesimpulan
IHSG masih berada dalam tekanan akibat sentimen global, sehingga investor perlu lebih selektif dalam memilih saham.
Rekomendasi saham seperti MBMA, ENRG, SRTG, SCMA, dan BUMI dapat menjadi pilihan menarik, terutama untuk strategi trading jangka pendek dengan memperhatikan momentum dan likuiditas pasar.
Sumber: Liputan6.com

Komentar