Rencana penerapan sekolah daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang direncanakan mulai April 2026 akhirnya dibatalkan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa pembelajaran di sekolah akan tetap dilakukan secara tatap muka, sesuai hasil rapat lintas kementerian. Dikutip dari laman detik.com.
Mu’ti menekankan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan akademik serta upaya memperkuat pendidikan karakter siswa.
Dalam waktu dekat, Kementerian akan menerbitkan Surat Edaran yang memberikan panduan resmi terkait pembelajaran di sekolah di tengah krisis global.
Fokus pada Pendidikan Tatap Muka
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa seluruh kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tatap muka.
Koordinasi antara Menko PMK, Mendikdasmen, dan Menteri Agama menunjukkan bahwa pembelajaran daring saat ini tidak menjadi prioritas.
Meskipun sempat dibahas opsi pembelajaran hybrid yang menggabungkan daring dan tatap muka, rapat lintas kementerian menyimpulkan bahwa metode daring tidak mendesak.
Langkah ini dianggap penting untuk mencegah potensi learning loss seperti yang terjadi pada masa pandemi COVID-19.
Surat Edaran Menteri Dikdasmen
Surat Edaran yang akan diterbitkan mendatang diperkirakan akan memuat panduan terkait pembelajaran di tengah tantangan global.
Dokumen ini diharapkan dapat menjawab kekhawatiran masyarakat tentang kualitas pendidikan, sekaligus memberikan kepastian bahwa interaksi langsung di sekolah tetap menjadi prioritas utama.
Tujuan dan Manfaat Kebijakan
Pratikno menekankan bahwa pembelajaran tatap muka tidak hanya untuk menjaga kualitas pendidikan, tetapi juga untuk mendukung pelayanan publik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat pembangunan yang berkeadilan.
Pendekatan ini diharapkan dapat menjadikan proses belajar lebih efektif dan efisien.
Kesimpulan
Keputusan pemerintah untuk membatalkan rencana sekolah daring pada April 2026 menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka tetap menjadi metode utama.
Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan kualitas akademik, memperkuat pendidikan karakter siswa, serta mencegah learning loss.
Surat Edaran Mendikdasmen yang akan diterbitkan nantinya akan memberikan panduan resmi terkait pelaksanaan pembelajaran di tengah krisis global.
Sumber: https://www.detik.com/

Komentar