Tunjangan Hari Raya (THR) tidak hanya menjadi hak pekerja formal, tetapi juga mulai menjadi perhatian bagi pekerja sektor informal seperti pengemudi ojek online dan kurir.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mendorong perusahaan platform digital untuk memberikan bonus atau bantuan hari raya kepada mitra mereka sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi selama bekerja.
Hal ini juga bertujuan menjaga kesejahteraan pekerja digital, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri yang identik dengan peningkatan kebutuhan ekonomi.
Perusahaan aplikasi transportasi dan logistik seperti Gojek dan Grab biasanya memberikan bantuan berupa bonus atau insentif khusus menjelang lebaran. Meskipun tidak disebut THR secara formal karena status pekerja adalah mitra, bentuk kompensasi ini memiliki fungsi yang serupa.
Besaran bantuan tersebut bervariasi, tergantung kinerja, tingkat keaktifan, serta kebijakan masing-masing perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi pengemudi ojol dan kurir memahami formula perhitungan yang digunakan agar dapat memperkirakan jumlah yang akan diterima.
Besaran THR
Dilansir dari laman metro berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/3/HK.04.00/III/2025 yang mengatur tentang pemberian Bonus Hari Raya Keagamaan (BHR) bagi pengemudi dan kurir pada layanan transportasi berbasis aplikasi, bantuan tersebut akan disalurkan secara adil dan menyesuaikan tingkat kinerja masing-masing pekerja.
Bonus ini diberikan dalam bentuk uang tunai, sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh penerima untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya.
Dalam ketentuannya, pengemudi yang dinilai aktif, produktif, dan memiliki performa kerja yang baik berpeluang memperoleh BHR sebesar 20 persen dari rata-rata pendapatan bersih bulanan selama 12 bulan terakhir.
Skema ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada mitra yang konsisten memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Dengan sistem proporsional, besaran bonus yang diterima setiap pengemudi dapat berbeda sesuai dengan tingkat aktivitas dan kontribusi mereka selama bekerja.
Selain itu, proses pencairan BHR juga harus mengikuti aturan dan kebijakan perusahaan penyedia aplikasi. Penyaluran bonus ini wajib dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idulfitri, sehingga para pengemudi dan kurir memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan kebutuhan keluarga.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mitra transportasi online serta memberikan rasa keadilan dalam sistem kerja berbasis aplikasi.
Cara Menghitung THR Ojol
Meskipun setiap perusahaan memiliki kebijakan berbeda, terdapat formula umum yang dapat dijadikan acuan untuk memperkirakan bonus atau THR bagi mitra digital. Berikut pendekatan yang sering digunakan:
1. Ojol dengan masa kerja 12 bulan atau lebih
Untuk menghitung besaran THR memerlukan rumus perhitungan:
20 persen x rata-rata pendapatan bersih bulanan (12 bulan terakhir).
Jadi, jika rata-rata penghasilan bersih bulanan adalah Rp4.000.000, maka BHR yang berhak diterima:
20 persen x Rp4.000.000 = Rp800.000 (delapan ratus ribu rupiah).
2. Ojol dengan masa kerja kurang dari 12 bulan
Bagi ojol dengan masa kerja 6 bulan dan rata-rata pendapatan bersih Rp4.000.000 per bulan, maka BHR yang berhak diterima adalah :
20 persen x 4.000.000 x (6/12) = Rp400.000 (empat ratus ribu rupiah).
Dengan memahami metode tersebut, mitra dapat memperkirakan jumlah yang akan diterima serta meningkatkan performa agar memperoleh bonus optimal.
Kesimpulan
THR bagi pengemudi ojol dan kurir merupakan bentuk apresiasi perusahaan platform terhadap kontribusi mitra. Meskipun tidak diatur secara formal seperti pekerja tetap, bonus hari raya ini menjadi bantuan penting dalam memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri.
Besaran yang diterima bervariasi, dipengaruhi oleh tingkat keaktifan, performa, masa kemitraan, dan wilayah operasional. Cara perhitungannya umumnya didasarkan pada rata-rata pendapatan, jumlah order, serta program insentif khusus.
Dengan memahami formula tersebut, mitra dapat merencanakan strategi kerja yang lebih optimal, meningkatkan kualitas layanan, dan memaksimalkan peluang mendapatkan bonus lebih besar. Hal ini juga membantu menjaga stabilitas ekonomi pekerja digital yang semakin berperan penting dalam kehidupan masyarakat modern.








