Informasi
Beranda / Informasi / Penyebab IHSG Turun dan Tutup Sesi I di Zona Merah

Penyebab IHSG Turun dan Tutup Sesi I di Zona Merah

Penyebab IHSG Turun dan Tutup Sesi I di Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus mengakhiri perdagangan Sesi I, Selasa (24/2/2026), di zona merah setelah berbalik arah dari penguatan pagi hari. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG melemah 0,26% ke level 8.374,66.

Sebelumnya, indeks sempat bergerak di zona hijau. Namun, tekanan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama sektor konsumen non primer dan energi, membuat IHSG tergelincir menjelang penutupan sesi pertama.



Pergerakan dan Data Perdagangan IHSG

Sepanjang Sesi I, IHSG bergerak dalam rentang 8.437,08 hingga menyentuh level terendah di 8.358,71.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp12,7 triliun dengan volume perdagangan 28,83 miliar saham dan frekuensi 1,86 juta kali transaksi. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 237 saham menguat, 417 saham melemah, dan 162 saham stagnan.

Sektor dan Saham Pemberat IHSG

Pelemahan IHSG dipicu tekanan kuat dari sejumlah sektor, terutama:

  • Sektor konsumen non primer turun 1,51%
  • Sektor energi melemah 1,23%
  • Sektor teknologi terkoreksi 1,01%
  • Sementara sektor keuangan masih mencatat kenaikan 1,07%



Berdasarkan data Bloomberg, sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi kontributor utama pelemahan indeks, di antaranya:

  • Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang penurunan 6,08 poin
  • Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengurangi 4,73 poin
  • Barito Pacific (BRPT) menekan 2,87 poin
  • Dian Swastatika Sentosa (DSSA) berkontribusi -2,66 poin
  • Bumi Resources (BUMI) mengurangi 2,6 poin
  • Bank Central Asia (BBCA) melemahkan 2,37 poin
  • Petrosea (PTRO) menyumbang -2,34 poin
  • MD Entertainment (FILM) mengurangi 2,2 poin
  • Impack Pratama Industri (IMPC) turun 2,01 poin
  • GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) melemahkan 1,98 poin

Selain itu, saham konsumen non primer lain seperti INDS turun 14,9%, PART melemah 7,18%, dan PBRX terkoreksi 5,26%.



Saham LQ45 Turut Tekan Indeks

Saham-saham dalam indeks LQ45 juga menjadi pemberat IHSG, di antaranya:

  • SCMA turun 3,25%
  • EMTK melemah 3,03%
  • MAPI terkoreksi 2,21%

Beberapa saham LQ45 lainnya seperti AADI (-2,15%), HEAL (-1,91%), dan CTRA (-1,83%) turut berada di zona merah.

Sentimen Global Tekan IHSG

Menurut riset Phillip Sekuritas Indonesia, pelemahan IHSG dipengaruhi sentimen negatif dari Bursa Wall Street yang anjlok lebih dari 1% pada perdagangan sebelumnya.

Kenaikan harga emas dan meningkatnya volatilitas pasar terjadi di tengah ketidakpastian kebijakan tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump.



Pernyataan Trump terkait kenaikan tarif dasar impor AS menjadi 15% memicu kekhawatiran baru, meskipun sebelumnya Mahkamah Agung AS sempat membatalkan sebagian kebijakan tarif tersebut.

Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran juga menambah tekanan di pasar global.

Sementara itu, Panin Sekuritas menilai pelemahan IHSG juga dipicu aksi ambil untung (profit taking) setelah indeks sempat menguat dalam beberapa waktu terakhir.

Kesimpulan

Penyebab IHSG balik arah dan ditutup di zona merah pada Sesi I dipengaruhi kombinasi tekanan saham big caps, pelemahan sektor konsumen non primer dan energi, serta sentimen global terkait kebijakan tarif AS.

Investor kini masih mencermati dinamika kebijakan perdagangan global dan potensi volatilitas lanjutan di pasar saham.



Sumber : bloombergtechnoz

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan