Sholat Tarawih adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan saat bulan suci Ramadhan.
Pada Ramadhan 1447 H, banyak umat Islam melaksanakan Tarawih sebanyak 11 rakaat, yakni 8 rakaat Tarawih yang dilanjutkan dengan 3 rakaat Witir.
Jumlah ini merujuk pada kebiasaan sholat malam Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan dalam beberapa hadis shahih.
Sebelum memulai sholat, niat menjadi bagian penting yang harus dihadirkan dalam hati.
Melafalkan niat diperbolehkan untuk membantu kekhusyukan, namun yang utama tetap niat di dalam hati karena Allah SWT.
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih dalam Islam
Dilansir dari laman detik.com. Para ulama memiliki perbedaan pandangan mengenai jumlah rakaat Tarawih.
Ada yang melaksanakan 8 rakaat, 20 rakaat, bahkan lebih.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa Tarawih bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.
Riwayat dari Muhammad menyebutkan bahwa beliau melaksanakan sholat malam di bulan Ramadhan sebanyak 11 rakaat.
Oleh sebab itu, banyak umat Islam menjadikan jumlah tersebut sebagai pilihan dalam menjalankan Tarawih.
Bacaan Niat Sholat Tarawih
1. Niat sebagai Imam
Arab Latin:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta’ālā.
Artinya:
“Aku berniat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
2. Niat sebagai Makmum
Arab Latin:
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta’ālā.
Artinya:
“Aku berniat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Niat Sholat Witir
Setelah menyelesaikan Tarawih, ibadah dilanjutkan dengan sholat Witir.
Niat Witir 2 Rakaat
Ushalli sunnatan minal witri rak’ataini lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Witir dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat Witir 1 Rakaat
Ushalli sunnatan minal witri rak’atan lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku berniat sholat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat
Pelaksanaan Tarawih 11 rakaat umumnya dilakukan dengan dua metode berikut :
1. Pola 4–4–3
- Empat rakaat salam
- Empat rakaat salam
- Tiga rakaat Witir
Cara ini merujuk pada praktik sholat malam yang dilakukan Rasulullah SAW.
2. Pola 2–2–2–2–2–1
- Dua rakaat salam sebanyak empat kali (total 8 rakaat Tarawih)
- Ditutup dengan Witir 3 rakaat (2 rakaat salam + 1 rakaat) atau langsung 3 rakaat sekaligus
Metode ini lebih sering dipraktikkan di masjid karena terasa lebih ringan dan memudahkan jamaah.
Doa Setelah Sholat Witir
Setelah Witir, dianjurkan membaca :
- Subḥānal-malikil-quddūs (dibaca 3 kali)
Artinya: “Mahasuci Allah, Raja Yang Mahasuci.”
Kemudian dilanjutkan dengan doa memohon ampunan, perlindungan, dan keberkahan kepada Allah SWT.
Tata Cara Pelaksanaan Secara Umum
Secara teknis, Tarawih dilakukan seperti sholat sunnah pada umumnya :
- Menghadirkan niat
- Takbiratul ihram
- Membaca Al-Fatihah dan surat pendek
- Ruku’, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud
- Salam di akhir rakaat
Sholat Tarawih dapat dikerjakan sendiri di rumah atau berjamaah di masjid, keduanya sama-sama memiliki keutamaan selama dilaksanakan dengan ikhlas dan khusyuk.
Kesimpulan
Sholat Tarawih 11 rakaat pada Ramadhan 1447H menjadi pilihan banyak umat Islam karena sesuai dengan riwayat praktik sholat malam Rasulullah SAW.
Pelaksanaannya fleksibel, dapat dilakukan dengan pola 4–4–3 maupun 2–2–2–2–2–1 sesuai kemampuan dan kondisi jamaah.
Yang terpenting bukan sekadar jumlah rakaat, melainkan kekhusyukan, keikhlasan, dan konsistensi dalam menjalankan ibadah selama bulan suci.
Dengan memahami niat dan tata caranya, diharapkan ibadah Tarawih dapat dijalankan dengan lebih mantap dan penuh keberkahan.
Sumber : detik.com

Komentar