Informasi
Beranda / Informasi / Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri 1447 H Lengkap untuk Imam, Makmum, dan Sendiri

Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri 1447 H Lengkap untuk Imam, Makmum, dan Sendiri

Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri 1447 H Lengkap untuk Imam, Makmum, dan Sendiri
Niat dan Tata Cara Shalat Idul Fitri 1447 H Lengkap untuk Imam, Makmum, dan Sendiri

Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momen yang penuh kebahagiaan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan selama satu bulan.

Pada hari kemenangan tersebut, umat Islam dianjurkan melaksanakan Shalat Idul Fitri atau shalat Ied sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Shalat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah di masjid maupun lapangan terbuka.

Meski demikian, dalam kondisi tertentu seperti sakit, cuaca yang tidak memungkinkan, atau adanya halangan lain, shalat ini tetap boleh dilakukan secara sendiri (munfarid) di rumah.



Karena pelaksanaannya hanya dilakukan sekali dalam setahun, banyak umat Muslim yang kembali mencari panduan mengenai bacaan niat dan tata cara pelaksanaan shalat Idul Fitri agar sesuai dengan tuntunan syariat.

Dilansir dari laman antara.news.com, berikut tata cara Shalat Idul Fitri 144& H.

Bacaan Niat Shalat Idul Fitri 1447 H

Niat merupakan bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri.

Niat dapat dilafalkan secara lisan ataupun cukup di dalam hati sesuai dengan posisi seseorang ketika melaksanakan shalat, baik sebagai imam, makmum, maupun ketika shalat sendirian.



1. Niat Shalat Idul Fitri sebagai Imam

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Latin:
Ushalli sunnatan li ‘Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an imaman lillahi ta’ala.

Artinya:
“Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Shalat Idul Fitri sebagai Makmum

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Latin:
Ushalli sunnatan li ‘Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an ma’muman lillahi ta’ala.

Artinya:
“Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”



3. Niat Shalat Idul Fitri Sendiri

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Latin:
Ushalli sunnatan li ‘Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’ala.

Artinya:
“Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Shalat Idul Fitri

Shalat Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal dan terdiri dari dua rakaat.

Waktu pelaksanaannya dimulai setelah matahari terbit hingga menjelang waktu Zuhur.

Berikut langkah-langkah pelaksanaan shalat Idul Fitri :



1. Takbiratul Ihram

Shalat dimulai dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan “Allahu Akbar”, kemudian dilanjutkan membaca doa iftitah.

2. Takbir Tambahan

Pada shalat Idul Fitri terdapat takbir tambahan di setiap rakaat :

  • Rakaat pertama: tujuh kali takbir setelah takbiratul ihram.
  • Rakaat kedua: lima kali takbir sebelum membaca Al-Fatihah.

Di antara takbir-takbir tersebut dianjurkan membaca dzikir seperti:
“Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar.”



3. Membaca Surah Al-Qur’an

Setelah takbir tambahan, dilanjutkan membaca Surah Al-Fatihah kemudian surah pendek, biasanya :

  • Rakaat pertama: Surah Al-A’la
  • Rakaat kedua: Surah Al-Ghasyiyah

4. Rukuk hingga Sujud

Setelah membaca surah, gerakan shalat dilanjutkan seperti shalat pada umumnya, yaitu rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga tahiyat akhir.

5. Salam

Shalat diakhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri.



6. Khutbah Idul Fitri

Jika shalat dilaksanakan secara berjamaah, setelah salam imam akan menyampaikan dua khutbah.

Khutbah pertama biasanya diawali dengan sembilan kali takbir, sedangkan khutbah kedua dimulai dengan tujuh kali takbir.

Jamaah dianjurkan untuk tetap duduk dan menyimak khutbah hingga selesai.

Shalat Idul Fitri Sendiri di Rumah

Apabila seseorang tidak dapat mengikuti shalat berjamaah di masjid atau lapangan, shalat Idul Fitri tetap sah dilaksanakan sendiri di rumah.

Tata cara pelaksanaannya sama seperti shalat berjamaah, namun tanpa khutbah setelah shalat.

Yang terpenting adalah melaksanakan shalat dengan tertib, mengikuti urutan gerakan yang benar, serta menjaga kekhusyukan dalam beribadah.



Kesimpulan

Shalat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah muakkad yang dianjurkan bagi umat Islam sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalani puasa selama bulan Ramadhan.

Shalat ini dikerjakan dua rakaat dengan tambahan takbir pada setiap rakaat dan lebih utama dilakukan secara berjamaah di masjid atau lapangan.

Namun, jika terdapat halangan, shalat Idul Fitri tetap dapat dilaksanakan sendiri di rumah tanpa khutbah.

Dengan memahami bacaan niat dan tata cara pelaksanaannya secara benar, umat Muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan penuh makna pada hari kemenangan.

Sumber: https://www.antaranews.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan